Selasa, 31 Juli 2012

Badan - Badan Khusus PBB

1. UNESCO ( United Nations Educational Scientific and Cultural Organization )
  • Didirikan pada tanggal 4 November 1946.
  • Merupakan Organisasi Internasional dalam bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan.
  • Tujuan UNESCO, memajukan kerja sama di bidang Pendidikan, Ilmu pengetahuan, dan Kebudayaan.
  • Bermarkas di Paris, Prancis.
2. ILO ( International Labour Organization )
  • Didirikan pada tanggal 11 April 1949.
  • Merupakan Organisasi Perburuhan Internasional
  • Tujuan ILO, memberi sumbangan demi terwujudnya perdamaian abadi.
  • Bermarkas di Roma, Itali
3. FAO ( Food and Agriculture Organization )
  • Didirikan pada tanggal 16 Oktober 1944.
  • Merupakan Organisasi Pangan dan Pertanian.
  • Tujuan FAO, membantu semua negara di dunia dalam meningkatkan standar gizi dan kehidupan, serta memperbaiki hasil pertanian.
  • Bermarkas di Roma, Italia 
4. WHO ( World Health Organization )
  • DIdirikan pada tanggal 7 April 1948.
  • Merupakan Organisasi Kesehatan Dunia
  • Tujuan WHO, membantu semua negara dalam meningkatkan Kesehatan rakyatnya.
  • Bermarkas di Jenewa, Swiss.
5. UNICEF ( United Nations Childrens Fund )
  • Didirikan pada tanggal 11 Desember 1946.
  • Merupakan Organisasi penyantun anak - anak yang menderita.
  • Tujuan UNICEF, memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan serta menolong dan menyantuni anak - anak yang menderita akibat kemiskinan, keterbelakangan, bencana alam, atau korban perang.
  • Bermarkas di New York, Amerika Serikat ( U.S.A )
6. IMF ( International Monetary Fund )
  • Didirikan pada tanggal 27 Desember 1945.
  • Merupakan Organisasi Moneter dan perdagangan Internasional 
  • IMF, Bermarkas di Washington D.C, Amerika Serikat ( U.S.A)
7. ITU ( International Telecomunication Union )
  • Didirikan pada tahun 1965.
  • Merupakan Organisasi pengembangan Telekomunikasi dan Perlengkapan nya.
  • Tujuan ITU, memajukan kerja sama Internasional dalam penggunaan alat Komunikasi.
8. GATT ( General Agreement on Tariff and Trade )
  • Didirikan pada tahun 1947.
  • Merupakan Organisasi perdagangan dan harga pasar Dunia.
  • Tujuan GATT, mengadakan kesepakatan dalam perdagangan.
 9. IFC (International Finance Corporation )
  • Didirikan pada tanggal 20 Juli 1956.
  • Tujuannya, memajukan perkembangan ekonomi dengan memberi dorongan untuk memperbanyak usaha-usaha swasta yang produktif di negara-negara anggotanya.
  • Bermarkas di Washington, DC.
10. WIPO (World Intellectual Property Organization)
  • Didirikan pada tanggal 14 July 1967.
  • Tujuannya, untuk mendorong kreativitas dan memperkenalkan perlindungan kekayaan intelektual ke seluruh dunia .
  • Bermarkas di Jenewa, Swiss dan Vatikan.
11. WTO (World Tourism Organization)
  • Didirikan pada tahun 1974.
  • WTO adalah salah satu badan dari PBB yang menangani masalah pariwisata. 
  • Markas besarnya berada di Madrid, Spanyol. 
12. UPU (Universal Postal Union)
  • Didirikan pada tahun 1874.
  • Organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pengiriman barang dan perangko. 
  • Universal Postal Union bermarkas di Bern, Swiss.

Selasa, 27 Maret 2012

Sejarah Berdirinya VOC Di Nusantara

Berdirinya VOC :

Orang Belanda tiba pertama kali di wilayah Nusantara pada tahun 1596, ketika sebuah armada yang dipimpin Cornelis de Houtman mendarat di Banten. Kedatangan orang Belanda ke Nusantara untuk mencari wilayah penghasil rempah - rempah. Hal ini dikarenakan Belanda tidak dapat memperoleh rempah - rempah lagi akibat di tutupnya Lisabon oleh Spanyol ketika Belanda memisahkan diri dari Spanyol.

Pada awalnya kedatangan orang Belanda diterima dengan baik oleh penguasa dan pedagang Banten. Belanda kemudian berulah dengan meminta agar Banten menyediakan lada dalam jumlah banyak namun tidak diimbangi dengan pembayaran yang memadai. Tentu saja Banten menolak permintaan Belanda. Akibatnya, orang Belanda yang marah marah menembaki pelabuhan tersebut dari kapal dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Berita tentang perlakuan kasar Belanda terhadap para pedagang Banten tersebar sampai ke kota - kota pelabuhan pantai utara Pulau Jawa lainnya. Akibatnya, ketika armada Belanda itu singgah disana, para penguasa menolak kedatangan mereka. Pelayaran Belanda pertama ini akhirnya hanya sampai Bali dan kembali ke Negerinya.

Pada tahun 1598, sebuah armada Belanda yang baru di bawah Jacob van Neck, Warwijck, dan Heemskerck tiba di Banten. Pada kedatangannya yang kedua ini, orang - orang Belanda diterima dengan baik oleh penguasa Banten karena mereka bersikap lebih baik dan menyesuaikan diri dengan kondisi setempat.

Kedatangan Belanda ditempat lain, seperti Tuban dan Maluku juga disambut dengan baik. Sultan Ternate misalnya, menerima Belanda dengan senang hati karena Sultan tersebut bermusuhan dengan orang - orang Portugis dan Spanyol. Di setiap wilayah yang disinggahi kapal - kapal Belanda, mereka mengadakan perdagangan dengan penduduk setempat. Bahkan di beberapa tempat, mereka tidak segan - segan menempatkan orang - orangnya untuk menampung hasil panen rempah - rempah. Hasilnya, orang Belanda itu kembali ke negerinya dengan membawa muatan rempah - rempah dalam jumlah banyak dan keuntungan yang besar.

Dalam perkembangannya, perdagangan rempah - rempah di Nusantara menimbulkan persaingan keras antara bangsa - bangsa Eropa, seperti Belanda, Portugis, Spanyol, dan Inggris. Untuk menghadapi persaingan itu, Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Compagnie ( VOC ). Pimpinan perseroan (VOC) terdiri atas tujuh belas anggota yang disebut Heeren Zeventien. Kepada VOC diberikan hak khusus untuk berdagang, berlayar, dan memegang kekuasaan di kawasan antara Tanjung Harapan dan Kepulauan Solomon.

Tujuan pendirian VOC ialah menghilangkan persaingan antara sesama pedagang Belanda, menyatukan pedagang Belanda, dan mencari keuntungan besar. VOC juga diberikan hak istimewa (octrooi) seperti hak monopoli, membuat mata uang, perjanjian, dan mempunyai militer sendiri.

Penetrasi VOC :

Pada tahun 1618, pimpinan VOC Jan Pieterzoon Coen memutuskan untuk membangun pusat aktifitasnya di Jayakarta ( Jakarta Tempo Dulu ). Jayakarta merupakan bagian dari Kesultanan Banten. Di tempat ini, VOC pada awalnya hanya membeli sebidang tanah seluas 100 Meter persegi dengan harga 3000 Gulden ( Mata uang Belanda ) dari Bupati Jayakarta yang bernama Wijaya Krama.

Ada beberapa alasan mengapa VOC memilih Jayakarta sebagai pusat aktivitasnya, yaitu sebagai berikut :
  1. Letak Jayakarta lebih strategis dalam jalur perdagangan Internasional dibandingkan dengan Ambon yang telah direbutnya dari Portugis, dan 
  2. VOC akan mudah menyingkirkan saingannya, yaitu Portugis di Malaka.
Akan tetapi hubungan Wijaya Krama dengan Coen kemudian menjadi tegang karena kebihakan mereka saling bertolah belakang. Di satu pihak, Wijaya Krama marah karena Coen memperkuat gudangnya dengan tembok - tembok tinggi sehingga menjadi benteng, suatu hal yang berlawanan dengan kesepakatan semula. Di lain pihak, Coen tidak senang terhadap Wijaya Krama karena Bupati Jayakarta memberikan izin kepada orang Inggris untuk mendirikan loji di wilayahnya. Akibatnya, terjadilah persaingan antara East India Company ( Inggris ) dan VOC ( Belanda ).

Dalam persaingan tersebut, Pangeran Jayakarta memihak orang Inggris sementara VOC mendapat dukungan dari Sultan Banten. Ketika Coen sedang pergi ke Ambon untuk memperoleh bala bantuan, Wijaya Krama menahan pemimpin sementara VOC di Jayakarta yang bernama Van den Broeke. Berita penahanan Broeke tersebut membuat marah Ranamanggala dari Banten, yang menganggap Wijaya Krama telah melampaui wewenangnya. Selain itu, penguasa Banten itu juga marah kepada Wijaya Krama karena telah mengadakan perjanjian dengan Inggris tanpa sepengetahuannya. Padahal, perundingan Ranamanggala dengan Inggris selama bertahun - tahun tak membuahkan hasil.

Dalam konflik lokal tersbut, Voc berhasil meyakinkan Ranamanggala untuk memecat Pangeran Jayakarta dan mengingkirkan Inggris dari kotaini. Hal tersebut memungkinkan VOC mempertahankan kedudukannya di Jayakarta.

Minggu, 25 Maret 2012

Kedatangan Bangsa Barat di Nusantara ( Indonesia )

1. Portugis

Bangsa Portugis datang ke wilayah Nusantara karena dorongan Ekonomi, Agama, dan Petualangan. Keberhasilan Vasco da Gama mencapai Kalkuta di pantai barat India pada tahun 1497 telah membuka peluang dan jalan bagi Portugis untuk sampai ke Nusantara. Kalkuta saat itu menjadi bandar utama Stera, Kayu manis, Porselen, Cengkeh, Pala, Lada, Kemenyan, dan barang dagangan lainnya. Barang - barang yang diperdagangkan tersebut mayoritas berasal dari para pedagang Malaka.

Berita mengenai kekayaan Malaka tersebut kemudian mendorong Raja Portugal mengutus Diego Lopes de Sequeira untuk pergi ke Malaka. Pada awalnya Sequeira di sambut baik oleh Sultan Mahmud Syah. Akan tetapi, para pedagang Muslim India berhasil meyakinkan Sultan bahwa orang Portugis sangat berbahaya dan merupakan ancaman berat bagi Malaka. Sultan kemudian berbalik menyerang Sequeira dan mengusir kapal Portugis dari perairan Malaka.
Serangan Malaka terhadapat Sequeira dan anak buahnya memicu kemarahan orang Portugis. Portugis kemudian mengirim Gubernur Portugis di India, yaitu Alfonso d' Albuquerque. Ia berangkat dari Goa pada bulan April 1511 menuju Malaka dengan kekuatan kira - kira 1.200 orang dan 17 - 18 kapal. Perang berhasil menduduki Malaka. Setelah berhasil menaklukkan Malaka, Portugis mengirimkan sebuah armada ke Maluku di bawah pimpinan Francisco Serrao.

Orang - orang Portugis kemudian tiba ke Ternate. Disana mereka mengadakan persekutuan dengan penguasa setempat. Pada tahun 1522, Portugis mendirikan kantor dagang lengkap dengan benteng di Ternate serta memperoleh hak monopoli di pusat Rempah - rempah. Sebagai gantinya, orang Portugis harus membantu Ternate menghadapi Kesultanan Tidore yang didukung Spanyol.

Dominasi perdagangan orang Portugis di wilayah Nusantara tidak berlangsung lama. Portugis mengalami kekurangan bahan makanan, dana, dan sumber daya manusia. Kedudukan Portugis di Nusantara juga semakin goyah akibat terjadinya pertikaian dengan berbagai kesultanan setempat. Pertikaian tersebut terjadi akibat perebutan pengaruh dalam bidang Ekonomi, Politik, maupun Agama. Dalam perseteruan itu, pusat kekuasaan Portugis di Malaka sering mendapatkan serangan dari sejumlah kerajaan Muslin di sekitarnya, yaitu Aceh, Johor, dan Demak. Akibatnya, kota yang pernah menjadi bandar perdagangan yang ramai itu menjadi sepi sehingga orang Portugis pun merugi.

Kesulitan - kesulitan yang dihadapi oleh orang Portugis tersebut akhirnya juga melemahkan posisi mereka di berbagai wilayah Nusantara. Menjelang akhir abad ke - 16, Kedudukan Portugis di Nusantara semakin memburuk akibat munculnya berbagai perlawanan dari para penguasa pribumi sehingga kepentingan dagangnya di Maluku dan sekitarnya makin merosot. Akibatnya, mereka mengalihkan perhatian ke kepulauan Nusa Tenggara akhirnya menetap di Timor. Akhirnya masa keemasan orang Portugis di Nusantara lenyap seiring dengan kedatangan orang Belanda yang kemudian mengambil alih kedudukan mereka.

2. Spanyol

Armada Spanyol memasuki Kepulauan Maluku pada tahun 1521. Mereka ingin mencari daerah penghasil rempah - rempah. Armada Spanyol datang dari arah Filipina dan Kalimantan Utarar menuju Tidore, Bacan, dan Jailolo.
 Kedatangan Spanyol fi wilayah Maluku mendapatkan tentangan keras dari orang Portugis yang sudah datang lebih awal. Akibatnya terjadi pertikaian di antara kedua kekuatan Eropa tersebut, yang masing - masing merangkul penduduk lokal yang saling bersaingan. Spanyol bersekutu dengan Tidore, sementara Portugis merangkul Ternate. Akan tetapi karena kalah kuat, persekutuan Spanyol - Tidore dapat di kalahkan oleh kubu Portugis - Ternate. Pada tahun 1534, Spanyol dan Portugis mengadakan Perjanjian Saragosa yang membagi daerah pengaruh masing - masing. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Spanyol harus melepaskan Maluku dan berkonsentrasi di Filipina. Akhirnya, Spanyol tersisih dari dominasi perdagangan rempah - rempah di Nusantara

3. Inggris

Armada pertama Inggris tiba di Nusantara di bawah pimpinan Sir Francis Drake, dalam pelayaran keliling dunia mereka ke arah barat pada tahun 1577 - 1580. Mereka singgah di Ternate dan kembali ke Inggris dengan membawa Cengkeh.
Pada tahun 1600, Ratu Elizabeth I memberi sebuah Octroi kepada East India Company ( Maskapai Hindia Timur, di singkat EIC ). Dua tahun kemudian, Sir James Lancaster tiba di Aceh. Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Banten. Di Banten, ia berhasil memperoleh izin mendirikan kantor dagang dan kembali ke tanah airnya dengan membawa lada yang sangat banyak.

Ekspidisi dagang Inggris kedua datang ke Nusantara pada tahun 1604 di bawah pimpinan Sir Henry Middleton. Mereka mengunjungi Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Kehadiran mereka di sana mendapat perlawanan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie ( Persekutuan Dagang Hindia Timur, atau VOC ) milik Belanda. Akibatnya, terjadi pertikaian di antara kedua bangsa itu. Akan tetapi, sejak tahun 1623 - an perhatian Inggris lebih tertuju pada kawasan lainnya di Asia sehingga mereka menarik diri dari keguatan perdagangan di Nusantara ( Indonesia )

Sabtu, 03 Maret 2012

Pihak Yang Berperang Di Perang Dunia 2



1. Medan Eropa

Pada Tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia ( Inilah awal mula/penyebab utama Perang Dunia ke 2 ). Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman . Inilah sebagai awal meletusnya Perang Dunia 2.

Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke Utara yakni ke Denmark dan Norwegia. Kedua Negara ini dapat di duduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman Sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada Bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat mendudukinya. Tentata Perancis di bawah Pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris.

Kekuatan dua Negara Fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke arah Angkatan Laut Inggris. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman , Italia , dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang.

2. Medan Afrika

Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral ( Blok Fasis ) pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat di tahan oleh Inggris di bawah Pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat (U.S.A) di bawah pimpinan Eisenhower pada tanggal 12 November 1942.

Datangnya bantuan pasukan Amerika Serikat memuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak 19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan.Rumania dan Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari 1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam kota Berlin (Ibukota Negara Jerman ), dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri ( Anggapan Hitler mati bunuh diri di bunker nya sendiri pun sampai saat ini masih belum jelas kebenarannya, mungkin dengan seiring berjalannya waktu, akan terungkap ). Pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.

3. Medan Asia Pasifik

Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941 oleh Jepang. Perang Dunia 2 di medan Asia Pasifik sering disebut Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mepropagandakan bahwa peperangan yang di lakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.
Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu – sekutunya. Serbuan Jepang di lanjutkan ke negara – negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Burma ( Myanmar ), Malaysia dan Hindia Belanda ( Nama Indonesia waktu masih diduduki Kerajaan Belanda )
Untuk membalas serangan – serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem Katak Loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jendral Daugles Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway ( 7 Mei 1942 ) dihancurkan oleh sekutu inilah titi balik pertama dalam pertempuran – pertempurang berikutnya Amerika Serikat dapat merebut Filipina ( 22 Oktober 1944 ), Iwo Jima ( 17 Maret 1945 ), Okinawa ( 21 Juni 1945 ).Kemudian Inggris di bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma ( Myanmar ) dan menghancurkan tentara Jepang ( 30 April 1945 ). Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota – kota Jepang, tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dijatuhi Bom Atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki.

Peristiwa Tri Komando Rakyat


Tindakan Belanda dengan mendirikan negara “Boneka“ Papua itu merupakan sikap yang menantang kepada bangsa Indonesia untuk bertindak cepat. Oleh karena itu pemerintah segera mengambil tindakan guna membebaskan Irian Barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno dalam suatu rapat raksasa di Yogyakarta mengeluarkan komando yang terkenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora) yang isinya sebagai berikut :
  1. Gagalkan pembentukan “Negara Papua“ buatan Belanda Kolonial
  2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.
  3. Bersiaplah untuk Mobilisasi Umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.
 Dengan dikeluarkannya Trikora maka mulailah konfrontasi total terhadap Belanda dan pada bulan Januari 1962 pemerintah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makasar. Adapun tugas pokok dari Komando Mandala Pembebasan Irian Barat ini adalah Pengembangan operasi – operasi Militer dengan tujuan pengembangan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan negara Republik Indonesia. Sebagai Panglima Komando Mandala adalah Mayor Jenderal Soeharto.

Sebelum Komando Mandala melakukan operasi sudah dilakukan penyusupan ke Irian Barat. Pada tanggal 15 Januari 1962 ketika waktu menunjukkan pukul 12.15 di angkasa terlihat dua buah pesawat terbang pada ketinggian 3000 kaki melintasi formasi patroli ALRI.Diperkirakan pesawat tersebut  adalah milik Belanda jenis Neptune dan Firefly. Waktu itu terlihat juga dua buah kapal perusak yang sedang melepaskan tembakan ke arah Kapal Motor Torpedo Boat (MTB) yang disitu pula para pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan Laut yaitu Komodor Yos Sudarso.

Dalam insiden di Laut Aru tersebut Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama (Komodor) Yos Sudarso, bersama Komandan KRI Macan Tutul, Kapten (Laut) Wiratno, dan beberapa Prajurit Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI – AL) gugur sebagai pahlawan. Sebelum gugur Komodor Yos Sudarso sempat mengucapkan pesan terakhir “Kobarkan Semangat Pertempuran“
Adapun operasi – operasi yang direncanakan Komando Mandala di Irian Barat dibagi dalam Tiga Fase, yakni sebagai berikut :

1. Fase Infiltrasi (Sampai akhir 1962)
Memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaran – sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto. Kesatuan – Kesatuan ini harus dapat mengembangkan penguasaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat dalam Perjuangan Fisik untuk membebaskan wilayah tersebut.

2. Fase Eksploitasi (Mulai awal 1963)
Mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, menduduki semua pos pertahanan musuh yang penting.

3. Fase Konsolidasi (Mulai awal 1964)
Mengadakan kekuasaan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh Irian Barat ( Sekarang Papua ).

Selanjutnya antara bulan Maret sampai Agustus 1962 Komando Mandala melakukan operasi – operasi pendaratan baik melalui laut maupun udara.Beberapa operasi tersebut adalah Operasi Banteng di Fak – Fak dan Kaimana. Operasi Srigala di sekitar Sorong dan Teminabuan, Operasi Naga di Merauke, serta Operasi Jatayu di Sorong, Kaimana, dan Merauke. Selain itu juga direncanakan serangan terbuka merebut Irian Barat (Sekarang Papua) dengan operasi Jayawijaya.