Jumat, 04 Oktober 2013

Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Imperialisme Portugis

1. Perlawanana Kerajaan Demak

Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511 mengakibatkan kegiatan perdagangan di pelabuhan Malaka menjadi tenganggu. Pedagang Islam banyak yang merasa dirugikan. Kedudukan kerajaan-kerajaan Islam yang mempunyai kepentingan perdagangan di Malaka merasa terancam, termasuk Demak.

Demak kemudian berinisiatif menyerang Portugis di Malaka. Serangan Kerajaan Demak terhadap kedudukan portugis di Malaka terjadi pada tahun 1512 dan 1513. Penyerangan tersebut dipimpin oleh Adipati Unus yang memimpin sebuah pasukan yang terdiri atas 100 kapal laut dan lebih dari 10.000 prajurit. Akan tetapi, mereka berhasil dipukul mundur oleh Portugis

2. Perlawanan Kerajaan Aceh

Sejak dikuasainya Malaka oleh Portugis, jalur perdagangan berpindah ke pelabuhan yang lebih aman dan menguntungkan, yaitu Pasai dan Aceh. Kedua kerajaan tersebut kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai. Kedudukan Aceh sebagai pelabuhan dagang di bagian barat Sumatera di anggap membahayakan Potugis, sementara Aceh menganggap kegiatan dagang Portugis mengancam kedudukan nya sebagai pusat perdagangan Islam. Sikap saling curiga antara keduanya kemudian mendorong Aceh melakukan serangan terhadap Portugis. Dalam hal ini mereka bersekutu dengan kerajaan Johor, Adipati Unus, dan Ratu Kalinyamat.

Serangan Kerajaan Aceh dimulai pada masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528) dan puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada tahun 1566, Aceh mendapat bantuan 500 tenaga ahli senjata api dari Turki dan beberapa pucuk meriam. Bantuan Turki ini menjadikan kekuatan Aceh dapat menandingi kekuatan Portugis. Dengan demikian, Aceh tidak dapat dikuasai oleh Portugis

3. Kerajaan Ternate dan Tidore

Kedatangan Portugis di Maluku bersamaan dengan suasana persaingan antara Ternate dan Tidore. Pertikaian di antara keduanya justru melemahkan posisi kerajaan-kerajaan Maluku tersebut, sehingga Portugis berhasil menanamkan pengaruhnya di daerah tersebut dan berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah. Akibatnya, baik pedagang Ternate maupun Tidore akhirnya kehilangan kebebasan untuk berdagang dengan pihak lain yang memberi keuntungan pada mereka. Kemudian, timbul pertikaian antara kerajaan-kerajaan tersebut dengan Portugis.
Pada tahun 1533, rakyat Ternate di bawah pimpinan Dajalo berhasil membakar benteng Portugis. Perlawanan terhadap Portugis juga dilakukan oleh rakyat Tidore, Bacan, dan lain-lain. Pada awalnya, rakyat Maluku meraih kemajuan besar namun kemudian berbalik terdesak setelah Portugis mendapat bantuan dari Malaka. Armada Portugis di bawah pimpinan Antonio Galvao akhirnya berhasil memaksa rakyat Maluku untuk berdamai dan Portugis tetap meonopoli perdagangan di Maluku

Akan tetapi tindakan pemerasan yang sering dilakukan para pegaai Portugis membuat rakyat Maluku kembali mengangkat senjata. Dibawah pimpinan Sultan Khairun, rakyat Ternate mulai menyerang kembali orang Portugis. Akan tetapi melalui tipu muslihat, orang Portugis berhasil membunuh Sultan Khairun dalam suatu perundingan. Meskipun demikian, perlawanan rakyat Ternate terus berlanjut dibawah pimpinan Sultan Baabulla pada tanggal 28 Desember 1577. Sultan Baabulla akhirnya berhasil mengusir Portugis dari negerinya.


Rabu, 01 Agustus 2012

Atribut Negara Indonesia

 1. Dasar Negara (Pancasila)  

Teks Pancasila terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu :
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. 
2. Bendera (Sang Saka Merah Putih)  

Bendera Nasional Indonsia adalah sebuah bendera dengan dua warna, yaitu Merah dan Putih, yang di bagi menjadi dua bagian sama besar secara horizontal.Bendera ini dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih. Bendera ini pertama kali di gunakan oleh para pelajar dan tokoh nasionalis pada permulaan abad ke-20 pada masa penjajahan Belanda. Setelah Indonesia merdeka, Bendera Merah Putih digunakan secara resmi sebagai bendera kebangsaan. 

3. Bahasa (Bahasa Indonesia)  

Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, seperti tercantum dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia". Ini berarti bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Selain itu, di dalam Undang-Undang Dasar 1945, tercantum dalam pasal khusus (Bab XV,Pasal 36) mengenai kedudukan Bahasa Indonesia, menyatakan bahwa bahasa negara ialah Bahasa Indonesia. 

4. Lagu Kebangsaan (Indonesia Raya) 

Lagu ini di ciptakan oleh Wage Rudolf Supratman. Dinyanyikan pertama kali pada saat Kongres Pemuda Indonesia II di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Ketika mempopulerkannya, dengan jelas ia menuliskan lagu ini sebagai "Lagu Kebangsaan".

5. Lambang Negara (Garuda Pancasila)

Lambang negara ini digambarkan berupa seekor burung garuda yang menengok ke arah kanan dengan kedua sayap terbentang yang masing-masing memiliki makna.

Jumlah Bulu-Bulu nya :
  1. Sayap berjumlah 17 helai
  2. Ekor berjumlah 8 Helai
  3. Bawah Perisai berjumlah 19 Helai
  4. Leher Berjumlah 45 Helai
Hal itu melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17-8-1945.

Pada Leher Burung Garuda tergantung sebuah perisai. Dalam perasi itu terdapat gambar-gambar yang melambangkan kelima sila Pancasila, yaitu sebagai berikut :
  1. Bintang : Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Rantai Baja : Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Pohon Beringin : Persatuan Indonesia.
  4. Kepala Banteng : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebihaksaaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
  5. Padi dan Kapas : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 6. Semboyan Negara  (Bhineka Tunggal Ika) 

Bhineka Tunggal Ika berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu juga". Maksudnya, kita bangsa Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku, kesenian, bahasa, adat, dan agama tetapi merupakan satu bangsa, dengan satu kebudayaan nasional, dan satu bahasa nasional.

Selasa, 31 Juli 2012

Badan - Badan Khusus PBB

1. UNESCO ( United Nations Educational Scientific and Cultural Organization )
  • Didirikan pada tanggal 4 November 1946.
  • Merupakan Organisasi Internasional dalam bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan.
  • Tujuan UNESCO, memajukan kerja sama di bidang Pendidikan, Ilmu pengetahuan, dan Kebudayaan.
  • Bermarkas di Paris, Prancis.
2. ILO ( International Labour Organization )
  • Didirikan pada tanggal 11 April 1949.
  • Merupakan Organisasi Perburuhan Internasional
  • Tujuan ILO, memberi sumbangan demi terwujudnya perdamaian abadi.
  • Bermarkas di Roma, Itali
3. FAO ( Food and Agriculture Organization )
  • Didirikan pada tanggal 16 Oktober 1944.
  • Merupakan Organisasi Pangan dan Pertanian.
  • Tujuan FAO, membantu semua negara di dunia dalam meningkatkan standar gizi dan kehidupan, serta memperbaiki hasil pertanian.
  • Bermarkas di Roma, Italia 
4. WHO ( World Health Organization )
  • DIdirikan pada tanggal 7 April 1948.
  • Merupakan Organisasi Kesehatan Dunia
  • Tujuan WHO, membantu semua negara dalam meningkatkan Kesehatan rakyatnya.
  • Bermarkas di Jenewa, Swiss.
5. UNICEF ( United Nations Childrens Fund )
  • Didirikan pada tanggal 11 Desember 1946.
  • Merupakan Organisasi penyantun anak - anak yang menderita.
  • Tujuan UNICEF, memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan serta menolong dan menyantuni anak - anak yang menderita akibat kemiskinan, keterbelakangan, bencana alam, atau korban perang.
  • Bermarkas di New York, Amerika Serikat ( U.S.A )
6. IMF ( International Monetary Fund )
  • Didirikan pada tanggal 27 Desember 1945.
  • Merupakan Organisasi Moneter dan perdagangan Internasional 
  • IMF, Bermarkas di Washington D.C, Amerika Serikat ( U.S.A)
7. ITU ( International Telecomunication Union )
  • Didirikan pada tahun 1965.
  • Merupakan Organisasi pengembangan Telekomunikasi dan Perlengkapan nya.
  • Tujuan ITU, memajukan kerja sama Internasional dalam penggunaan alat Komunikasi.
8. GATT ( General Agreement on Tariff and Trade )
  • Didirikan pada tahun 1947.
  • Merupakan Organisasi perdagangan dan harga pasar Dunia.
  • Tujuan GATT, mengadakan kesepakatan dalam perdagangan.
 9. IFC (International Finance Corporation )
  • Didirikan pada tanggal 20 Juli 1956.
  • Tujuannya, memajukan perkembangan ekonomi dengan memberi dorongan untuk memperbanyak usaha-usaha swasta yang produktif di negara-negara anggotanya.
  • Bermarkas di Washington, DC.
10. WIPO (World Intellectual Property Organization)
  • Didirikan pada tanggal 14 July 1967.
  • Tujuannya, untuk mendorong kreativitas dan memperkenalkan perlindungan kekayaan intelektual ke seluruh dunia .
  • Bermarkas di Jenewa, Swiss dan Vatikan.
11. WTO (World Tourism Organization)
  • Didirikan pada tahun 1974.
  • WTO adalah salah satu badan dari PBB yang menangani masalah pariwisata. 
  • Markas besarnya berada di Madrid, Spanyol. 
12. UPU (Universal Postal Union)
  • Didirikan pada tahun 1874.
  • Organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pengiriman barang dan perangko. 
  • Universal Postal Union bermarkas di Bern, Swiss.

Selasa, 27 Maret 2012

Sejarah Berdirinya VOC Di Nusantara

Berdirinya VOC :

Orang Belanda tiba pertama kali di wilayah Nusantara pada tahun 1596, ketika sebuah armada yang dipimpin Cornelis de Houtman mendarat di Banten. Kedatangan orang Belanda ke Nusantara untuk mencari wilayah penghasil rempah - rempah. Hal ini dikarenakan Belanda tidak dapat memperoleh rempah - rempah lagi akibat di tutupnya Lisabon oleh Spanyol ketika Belanda memisahkan diri dari Spanyol.

Pada awalnya kedatangan orang Belanda diterima dengan baik oleh penguasa dan pedagang Banten. Belanda kemudian berulah dengan meminta agar Banten menyediakan lada dalam jumlah banyak namun tidak diimbangi dengan pembayaran yang memadai. Tentu saja Banten menolak permintaan Belanda. Akibatnya, orang Belanda yang marah marah menembaki pelabuhan tersebut dari kapal dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Berita tentang perlakuan kasar Belanda terhadap para pedagang Banten tersebar sampai ke kota - kota pelabuhan pantai utara Pulau Jawa lainnya. Akibatnya, ketika armada Belanda itu singgah disana, para penguasa menolak kedatangan mereka. Pelayaran Belanda pertama ini akhirnya hanya sampai Bali dan kembali ke Negerinya.

Pada tahun 1598, sebuah armada Belanda yang baru di bawah Jacob van Neck, Warwijck, dan Heemskerck tiba di Banten. Pada kedatangannya yang kedua ini, orang - orang Belanda diterima dengan baik oleh penguasa Banten karena mereka bersikap lebih baik dan menyesuaikan diri dengan kondisi setempat.

Kedatangan Belanda ditempat lain, seperti Tuban dan Maluku juga disambut dengan baik. Sultan Ternate misalnya, menerima Belanda dengan senang hati karena Sultan tersebut bermusuhan dengan orang - orang Portugis dan Spanyol. Di setiap wilayah yang disinggahi kapal - kapal Belanda, mereka mengadakan perdagangan dengan penduduk setempat. Bahkan di beberapa tempat, mereka tidak segan - segan menempatkan orang - orangnya untuk menampung hasil panen rempah - rempah. Hasilnya, orang Belanda itu kembali ke negerinya dengan membawa muatan rempah - rempah dalam jumlah banyak dan keuntungan yang besar.

Dalam perkembangannya, perdagangan rempah - rempah di Nusantara menimbulkan persaingan keras antara bangsa - bangsa Eropa, seperti Belanda, Portugis, Spanyol, dan Inggris. Untuk menghadapi persaingan itu, Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Compagnie ( VOC ). Pimpinan perseroan (VOC) terdiri atas tujuh belas anggota yang disebut Heeren Zeventien. Kepada VOC diberikan hak khusus untuk berdagang, berlayar, dan memegang kekuasaan di kawasan antara Tanjung Harapan dan Kepulauan Solomon.

Tujuan pendirian VOC ialah menghilangkan persaingan antara sesama pedagang Belanda, menyatukan pedagang Belanda, dan mencari keuntungan besar. VOC juga diberikan hak istimewa (octrooi) seperti hak monopoli, membuat mata uang, perjanjian, dan mempunyai militer sendiri.

Penetrasi VOC :

Pada tahun 1618, pimpinan VOC Jan Pieterzoon Coen memutuskan untuk membangun pusat aktifitasnya di Jayakarta ( Jakarta Tempo Dulu ). Jayakarta merupakan bagian dari Kesultanan Banten. Di tempat ini, VOC pada awalnya hanya membeli sebidang tanah seluas 100 Meter persegi dengan harga 3000 Gulden ( Mata uang Belanda ) dari Bupati Jayakarta yang bernama Wijaya Krama.

Ada beberapa alasan mengapa VOC memilih Jayakarta sebagai pusat aktivitasnya, yaitu sebagai berikut :
  1. Letak Jayakarta lebih strategis dalam jalur perdagangan Internasional dibandingkan dengan Ambon yang telah direbutnya dari Portugis, dan 
  2. VOC akan mudah menyingkirkan saingannya, yaitu Portugis di Malaka.
Akan tetapi hubungan Wijaya Krama dengan Coen kemudian menjadi tegang karena kebihakan mereka saling bertolah belakang. Di satu pihak, Wijaya Krama marah karena Coen memperkuat gudangnya dengan tembok - tembok tinggi sehingga menjadi benteng, suatu hal yang berlawanan dengan kesepakatan semula. Di lain pihak, Coen tidak senang terhadap Wijaya Krama karena Bupati Jayakarta memberikan izin kepada orang Inggris untuk mendirikan loji di wilayahnya. Akibatnya, terjadilah persaingan antara East India Company ( Inggris ) dan VOC ( Belanda ).

Dalam persaingan tersebut, Pangeran Jayakarta memihak orang Inggris sementara VOC mendapat dukungan dari Sultan Banten. Ketika Coen sedang pergi ke Ambon untuk memperoleh bala bantuan, Wijaya Krama menahan pemimpin sementara VOC di Jayakarta yang bernama Van den Broeke. Berita penahanan Broeke tersebut membuat marah Ranamanggala dari Banten, yang menganggap Wijaya Krama telah melampaui wewenangnya. Selain itu, penguasa Banten itu juga marah kepada Wijaya Krama karena telah mengadakan perjanjian dengan Inggris tanpa sepengetahuannya. Padahal, perundingan Ranamanggala dengan Inggris selama bertahun - tahun tak membuahkan hasil.

Dalam konflik lokal tersbut, Voc berhasil meyakinkan Ranamanggala untuk memecat Pangeran Jayakarta dan mengingkirkan Inggris dari kotaini. Hal tersebut memungkinkan VOC mempertahankan kedudukannya di Jayakarta.

Minggu, 25 Maret 2012

Kedatangan Bangsa Barat di Nusantara ( Indonesia )

1. Portugis

Bangsa Portugis datang ke wilayah Nusantara karena dorongan Ekonomi, Agama, dan Petualangan. Keberhasilan Vasco da Gama mencapai Kalkuta di pantai barat India pada tahun 1497 telah membuka peluang dan jalan bagi Portugis untuk sampai ke Nusantara. Kalkuta saat itu menjadi bandar utama Stera, Kayu manis, Porselen, Cengkeh, Pala, Lada, Kemenyan, dan barang dagangan lainnya. Barang - barang yang diperdagangkan tersebut mayoritas berasal dari para pedagang Malaka.

Berita mengenai kekayaan Malaka tersebut kemudian mendorong Raja Portugal mengutus Diego Lopes de Sequeira untuk pergi ke Malaka. Pada awalnya Sequeira di sambut baik oleh Sultan Mahmud Syah. Akan tetapi, para pedagang Muslim India berhasil meyakinkan Sultan bahwa orang Portugis sangat berbahaya dan merupakan ancaman berat bagi Malaka. Sultan kemudian berbalik menyerang Sequeira dan mengusir kapal Portugis dari perairan Malaka.
Serangan Malaka terhadapat Sequeira dan anak buahnya memicu kemarahan orang Portugis. Portugis kemudian mengirim Gubernur Portugis di India, yaitu Alfonso d' Albuquerque. Ia berangkat dari Goa pada bulan April 1511 menuju Malaka dengan kekuatan kira - kira 1.200 orang dan 17 - 18 kapal. Perang berhasil menduduki Malaka. Setelah berhasil menaklukkan Malaka, Portugis mengirimkan sebuah armada ke Maluku di bawah pimpinan Francisco Serrao.

Orang - orang Portugis kemudian tiba ke Ternate. Disana mereka mengadakan persekutuan dengan penguasa setempat. Pada tahun 1522, Portugis mendirikan kantor dagang lengkap dengan benteng di Ternate serta memperoleh hak monopoli di pusat Rempah - rempah. Sebagai gantinya, orang Portugis harus membantu Ternate menghadapi Kesultanan Tidore yang didukung Spanyol.

Dominasi perdagangan orang Portugis di wilayah Nusantara tidak berlangsung lama. Portugis mengalami kekurangan bahan makanan, dana, dan sumber daya manusia. Kedudukan Portugis di Nusantara juga semakin goyah akibat terjadinya pertikaian dengan berbagai kesultanan setempat. Pertikaian tersebut terjadi akibat perebutan pengaruh dalam bidang Ekonomi, Politik, maupun Agama. Dalam perseteruan itu, pusat kekuasaan Portugis di Malaka sering mendapatkan serangan dari sejumlah kerajaan Muslin di sekitarnya, yaitu Aceh, Johor, dan Demak. Akibatnya, kota yang pernah menjadi bandar perdagangan yang ramai itu menjadi sepi sehingga orang Portugis pun merugi.

Kesulitan - kesulitan yang dihadapi oleh orang Portugis tersebut akhirnya juga melemahkan posisi mereka di berbagai wilayah Nusantara. Menjelang akhir abad ke - 16, Kedudukan Portugis di Nusantara semakin memburuk akibat munculnya berbagai perlawanan dari para penguasa pribumi sehingga kepentingan dagangnya di Maluku dan sekitarnya makin merosot. Akibatnya, mereka mengalihkan perhatian ke kepulauan Nusa Tenggara akhirnya menetap di Timor. Akhirnya masa keemasan orang Portugis di Nusantara lenyap seiring dengan kedatangan orang Belanda yang kemudian mengambil alih kedudukan mereka.

2. Spanyol

Armada Spanyol memasuki Kepulauan Maluku pada tahun 1521. Mereka ingin mencari daerah penghasil rempah - rempah. Armada Spanyol datang dari arah Filipina dan Kalimantan Utarar menuju Tidore, Bacan, dan Jailolo.
 Kedatangan Spanyol fi wilayah Maluku mendapatkan tentangan keras dari orang Portugis yang sudah datang lebih awal. Akibatnya terjadi pertikaian di antara kedua kekuatan Eropa tersebut, yang masing - masing merangkul penduduk lokal yang saling bersaingan. Spanyol bersekutu dengan Tidore, sementara Portugis merangkul Ternate. Akan tetapi karena kalah kuat, persekutuan Spanyol - Tidore dapat di kalahkan oleh kubu Portugis - Ternate. Pada tahun 1534, Spanyol dan Portugis mengadakan Perjanjian Saragosa yang membagi daerah pengaruh masing - masing. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Spanyol harus melepaskan Maluku dan berkonsentrasi di Filipina. Akhirnya, Spanyol tersisih dari dominasi perdagangan rempah - rempah di Nusantara

3. Inggris

Armada pertama Inggris tiba di Nusantara di bawah pimpinan Sir Francis Drake, dalam pelayaran keliling dunia mereka ke arah barat pada tahun 1577 - 1580. Mereka singgah di Ternate dan kembali ke Inggris dengan membawa Cengkeh.
Pada tahun 1600, Ratu Elizabeth I memberi sebuah Octroi kepada East India Company ( Maskapai Hindia Timur, di singkat EIC ). Dua tahun kemudian, Sir James Lancaster tiba di Aceh. Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Banten. Di Banten, ia berhasil memperoleh izin mendirikan kantor dagang dan kembali ke tanah airnya dengan membawa lada yang sangat banyak.

Ekspidisi dagang Inggris kedua datang ke Nusantara pada tahun 1604 di bawah pimpinan Sir Henry Middleton. Mereka mengunjungi Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Kehadiran mereka di sana mendapat perlawanan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie ( Persekutuan Dagang Hindia Timur, atau VOC ) milik Belanda. Akibatnya, terjadi pertikaian di antara kedua bangsa itu. Akan tetapi, sejak tahun 1623 - an perhatian Inggris lebih tertuju pada kawasan lainnya di Asia sehingga mereka menarik diri dari keguatan perdagangan di Nusantara ( Indonesia )