Jumat, 10 Januari 2014

Cara Mengganti Thema Mozilla Firefox

Kali ini saya ingin share tentang cara mengganti thema web browser yang ada di komputer kita yaitu Mozilla Firefox, kalian pasti tentu bosan kan dengan tampilan mozilla yang itu-itu saja ? oke kali ini saat nya saya memberitahu kalian cara mengganti thema mozilla firefox .

1.Buka Web Browser Mozilla Firefox kalian :

       

2. Lalu masuk website www.mozilla.org disini

3. Akan ada tampilan seperti ini :

         

         
4. Kotak Merah 1, artinya adalah Thema yang bisa kalian pilih, dan Kotak Merah 2, artinya adalah pilihan Thema dari Paling Populer, Rating Teratas, dan lainnya.

5. Klik gambar Thema yang anda sukai lalu akan ada tampilan seperti ini, untuk contoh saya memilih Thema Dark Fox :
           
          


6. Lalu klik Add to Firefox, secara otomatis Mozilla Firefox kalian sudah berganti menggunakan Thema yang kalian pilih, contoh Thema Mozilla Firefox saya :

            


TAMBAHAN :

Kalian dapat download Thema yang menurut kalian bagus sebanyak mungkin, nah untuk menganti-ganti Thema yang sudah kalian download. silahkan anda ikuti langkah - langkah di bawah ini :

1. Buka browser Mozilla Firefox kalian seperti biasa :

          


2. Klik pada Tab Menu Mozilla " Tools " / " Pengaturan " :


           


3. Klik pada Pilihan " Add-Ons " / " Pengaya " :

             


4. Klik pada Tab " Themes " / " Tampilan " :

             

(Bila anda sudah banyak Download Theme Mozilla, akan ada tampilan di sana, silahkan sekali klik gambar Theme/ Tampilan yang ingin anda gunakan )

5. Setelah memilih tadi, lalu klik " Use Theme " / " Aktifkan ", Tampilan Mozilla Firefox kalian sudah berubah sesuai yang kalian inginkan. Semoga Berhasil



Rabu, 09 Oktober 2013

Alasan Hitler Tidak Membantai Habis Yahudi


Ketajaman analisa hitler tentang Yahudi menjadi sesuatu yang patut dijadikan pelajaran. Ucapannya yang bermakna saat itu, terbuka dikemudian hari. Walaupun benar atau tidaknya ucapan itu masih menjadi perdebatan tapi jelas ungkapan itu menggambarkan ketajaman analisanya....

Perhatikan sebuah ungkapan yang konon dilontarkan pentolan Nazi, Adolf Hitler berikut. "Ich konnte all die Juden in dieser Welt zu zerstoren, aber ich lasse ein wenig drehte-on, so knnen sie herausfinden, warum ich sie getotet"

"Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka."
Dengan ucapannya itu seolah-olah menggambarkan betapa berbahaya dan dahsyatnya bangsa yang ditakdirkan paling pandai dimuka bumi itu.

Ungkapan itu bukan hanya ramai diperbincangkan di berbagai jejaring sosial tetapi sudah menjadi bahan diskusi menarik yang patut diacungi jempol. Konon, ucapan yang dilontarkannya itulah yang dijadikan acuan bagi tentara Nazi untuk melakukan "Pembersihan Total" kaum Yahudi di Eropa. Inilah yang belum dapat ditangkap oleh para pemimpin dunia saat ini.

Namun terlepas benar atau tidaknya ungkapan itu, setidaknya kini semua manusia dapat melihat dengan jelas bagaimana aksi brutal bangsa Yahudi. Mulai dari pencaplokan tanah Palestina sejak tahun 1965 hingga pembantaian penduduk sipil di Jalur Gaza dan sekitarnya.

Kebrutalannya yang teranyar dipertontonkan oleh bangsa Israel saat menyerang konvoi kapal relawan kemanusiaan yang akan masuk ke Jalur Gaza pada 31 Mei silam.

Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB. Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika?

Anda bahkan sulit untuk percaya jika Amerika mengalokasikan 5 milyar US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel? bantuan perang tambahan sebesar 4 milyar US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan Blackhawk.

Selasa, 08 Oktober 2013

Penjajahan Bangsa Asing di Indonesia

A. Penjajahan Bangsa Portugis 

1. Malaka

Portugis pertama kali datang ke Malaka pada tahun 1509, di bawah pimpinan Alfonso de Albuequerque. Pada masa itu, Malaka merupakan pusat perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara yang banyak di kunjungi kapal-kapal dari berbagai negara.
Malaka kemudian berhasil dikuasai oleh Portugis pada tahun 1512, sekaligus merupakan awal dari penjajahan Portugis di Nusantara. Tujuan utama penjajahan bangsa Portugis adalah mencari daerah penghasil rempah-rempah, yaitu Maluku

2. Maluku

Untuk pertama kalinya, Portugis pertama kali datang ke Maluku pada tahun 1512, dibawah pimpinan De Abreu. Kedatangan bangsa Portugis disambut baik oleh Raja Ternate, dengan harapan bangsa Portugis dapat membantu Kerajaan Ternate, yang saat itu sedang berperang dengan Kerajaan Tidore. Kesempatan ini digunakan Portugis untuk menerapkan sistem monopoli terhadap rempah-rempah, yang mengakibatkan petani cengkeh menderita karena harus menjual rempah-rempahnya ke bangsa Portugis dengan harga yang sangat murah.
Kemudian timbul perlawanan terhadap bangsa Portugis, setelah peristiwa pembunuhan terhadap Sultan Harun, penguasa Kerajaan Ternate. Akhirnya, pada tahun 1575, Portugis berhasil diusir dari Maluku di bawah pimpinan Sultan Baabullah.

3. Banten

Akibat jatuhnya Malaka ke tangan Portugis, para pedagang asing tidak mau lagi berdagang di Malaka. Mereka memilih pindah ke Banten karena letaknya yang strategis.
Kedatangan Portugis yang bermaksud untuk menguasai Banten, berhasil ditusir oleh tentara Demak di bawah pimpinan Fatahillah.

B. Penjajahan Bangsa Belanda (VOC)

Belanda mendarat pertama kali di Banten pada tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Banten dipilih oleh Belanda karena merupakan pelabuhan terbesar di Jawa Barat dan menjadi pusat perdagangan rempah-rempah.
Pada awalnya, kedatangan Bangsa Belanda disambut dengan baik oleh para penguasa Banten. Namun, karena Belanda ingin menerapkan sistem monopoli, rakyat Banten mengusir mereka keluar dari Banten.

Pada tahun 1598, untuk kedua kalinya Belanda mendarat di Banten, di bawah pimpinan Van Neck. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan Persatuan Dagang Belanda, yang disebut VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie).
Pada awal abad ke-18, VOC mengalami kemunduran dan tidak mampu membayar utangnya yang mencapai 136,7 juta gulden. Pada tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan oleh pemerintah Belanda.

C. Penjajahan Bangsa Inggris

Hampir bersamaan dengan pembubaran VOC, Negeri Belanda dikuasai oleh pasukan Perancis pimpinan Napoleon Bonaparte. Kemudian Hermann W. Daendels diangkat sebagai gubernur jenderal di Batavia untuk mempertahankan Indonesia dari serangan Inggris. Namun pada tahun 1811, Inggris berhasil menguasai Indonesia dan mengangkat Sir Thomas Raffles sebagai Letnan Gubernur Jenderal Inggris di Nusantara.

D. Kembalinya Kekuasaan Belanda di Nusantara

Pada tahun 1816, Belanda kembali berkuasa di Nusantara. Kedatangan Belanda untuk kedua kalinya ini mendapatkan perlawanan dari rakyta Indonesia. Selama melakukan penjajahan, pemerintah Belanda menerapkan politik Divide At Impera (Pecah Belah dan Jajahlah) serta sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsels).
Sistem tanam paksa diterapkan oleh Van den Bosch. Akibatnya, rakyat Indonesia menjadi semakin menderita. Salah satu orang Belanda yang menentang sitem tanam paksa adalah Douwes Dekker (Multatuli), yang menulis buku yang berjudul Max Havelaar.

Jumat, 04 Oktober 2013

Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Imperialisme Portugis

1. Perlawanana Kerajaan Demak

Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511 mengakibatkan kegiatan perdagangan di pelabuhan Malaka menjadi tenganggu. Pedagang Islam banyak yang merasa dirugikan. Kedudukan kerajaan-kerajaan Islam yang mempunyai kepentingan perdagangan di Malaka merasa terancam, termasuk Demak.

Demak kemudian berinisiatif menyerang Portugis di Malaka. Serangan Kerajaan Demak terhadap kedudukan portugis di Malaka terjadi pada tahun 1512 dan 1513. Penyerangan tersebut dipimpin oleh Adipati Unus yang memimpin sebuah pasukan yang terdiri atas 100 kapal laut dan lebih dari 10.000 prajurit. Akan tetapi, mereka berhasil dipukul mundur oleh Portugis

2. Perlawanan Kerajaan Aceh

Sejak dikuasainya Malaka oleh Portugis, jalur perdagangan berpindah ke pelabuhan yang lebih aman dan menguntungkan, yaitu Pasai dan Aceh. Kedua kerajaan tersebut kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai. Kedudukan Aceh sebagai pelabuhan dagang di bagian barat Sumatera di anggap membahayakan Potugis, sementara Aceh menganggap kegiatan dagang Portugis mengancam kedudukan nya sebagai pusat perdagangan Islam. Sikap saling curiga antara keduanya kemudian mendorong Aceh melakukan serangan terhadap Portugis. Dalam hal ini mereka bersekutu dengan kerajaan Johor, Adipati Unus, dan Ratu Kalinyamat.

Serangan Kerajaan Aceh dimulai pada masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528) dan puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada tahun 1566, Aceh mendapat bantuan 500 tenaga ahli senjata api dari Turki dan beberapa pucuk meriam. Bantuan Turki ini menjadikan kekuatan Aceh dapat menandingi kekuatan Portugis. Dengan demikian, Aceh tidak dapat dikuasai oleh Portugis

3. Kerajaan Ternate dan Tidore

Kedatangan Portugis di Maluku bersamaan dengan suasana persaingan antara Ternate dan Tidore. Pertikaian di antara keduanya justru melemahkan posisi kerajaan-kerajaan Maluku tersebut, sehingga Portugis berhasil menanamkan pengaruhnya di daerah tersebut dan berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah. Akibatnya, baik pedagang Ternate maupun Tidore akhirnya kehilangan kebebasan untuk berdagang dengan pihak lain yang memberi keuntungan pada mereka. Kemudian, timbul pertikaian antara kerajaan-kerajaan tersebut dengan Portugis.
Pada tahun 1533, rakyat Ternate di bawah pimpinan Dajalo berhasil membakar benteng Portugis. Perlawanan terhadap Portugis juga dilakukan oleh rakyat Tidore, Bacan, dan lain-lain. Pada awalnya, rakyat Maluku meraih kemajuan besar namun kemudian berbalik terdesak setelah Portugis mendapat bantuan dari Malaka. Armada Portugis di bawah pimpinan Antonio Galvao akhirnya berhasil memaksa rakyat Maluku untuk berdamai dan Portugis tetap meonopoli perdagangan di Maluku

Akan tetapi tindakan pemerasan yang sering dilakukan para pegaai Portugis membuat rakyat Maluku kembali mengangkat senjata. Dibawah pimpinan Sultan Khairun, rakyat Ternate mulai menyerang kembali orang Portugis. Akan tetapi melalui tipu muslihat, orang Portugis berhasil membunuh Sultan Khairun dalam suatu perundingan. Meskipun demikian, perlawanan rakyat Ternate terus berlanjut dibawah pimpinan Sultan Baabulla pada tanggal 28 Desember 1577. Sultan Baabulla akhirnya berhasil mengusir Portugis dari negerinya.


Rabu, 01 Agustus 2012

Atribut Negara Indonesia

 1. Dasar Negara (Pancasila)  

Teks Pancasila terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu :
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. 
2. Bendera (Sang Saka Merah Putih)  

Bendera Nasional Indonsia adalah sebuah bendera dengan dua warna, yaitu Merah dan Putih, yang di bagi menjadi dua bagian sama besar secara horizontal.Bendera ini dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih. Bendera ini pertama kali di gunakan oleh para pelajar dan tokoh nasionalis pada permulaan abad ke-20 pada masa penjajahan Belanda. Setelah Indonesia merdeka, Bendera Merah Putih digunakan secara resmi sebagai bendera kebangsaan. 

3. Bahasa (Bahasa Indonesia)  

Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, seperti tercantum dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia". Ini berarti bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Selain itu, di dalam Undang-Undang Dasar 1945, tercantum dalam pasal khusus (Bab XV,Pasal 36) mengenai kedudukan Bahasa Indonesia, menyatakan bahwa bahasa negara ialah Bahasa Indonesia. 

4. Lagu Kebangsaan (Indonesia Raya) 

Lagu ini di ciptakan oleh Wage Rudolf Supratman. Dinyanyikan pertama kali pada saat Kongres Pemuda Indonesia II di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Ketika mempopulerkannya, dengan jelas ia menuliskan lagu ini sebagai "Lagu Kebangsaan".

5. Lambang Negara (Garuda Pancasila)

Lambang negara ini digambarkan berupa seekor burung garuda yang menengok ke arah kanan dengan kedua sayap terbentang yang masing-masing memiliki makna.

Jumlah Bulu-Bulu nya :
  1. Sayap berjumlah 17 helai
  2. Ekor berjumlah 8 Helai
  3. Bawah Perisai berjumlah 19 Helai
  4. Leher Berjumlah 45 Helai
Hal itu melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17-8-1945.

Pada Leher Burung Garuda tergantung sebuah perisai. Dalam perasi itu terdapat gambar-gambar yang melambangkan kelima sila Pancasila, yaitu sebagai berikut :
  1. Bintang : Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Rantai Baja : Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Pohon Beringin : Persatuan Indonesia.
  4. Kepala Banteng : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebihaksaaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
  5. Padi dan Kapas : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 6. Semboyan Negara  (Bhineka Tunggal Ika) 

Bhineka Tunggal Ika berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu juga". Maksudnya, kita bangsa Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku, kesenian, bahasa, adat, dan agama tetapi merupakan satu bangsa, dengan satu kebudayaan nasional, dan satu bahasa nasional.

Selasa, 31 Juli 2012

Badan - Badan Khusus PBB

1. UNESCO ( United Nations Educational Scientific and Cultural Organization )
  • Didirikan pada tanggal 4 November 1946.
  • Merupakan Organisasi Internasional dalam bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan.
  • Tujuan UNESCO, memajukan kerja sama di bidang Pendidikan, Ilmu pengetahuan, dan Kebudayaan.
  • Bermarkas di Paris, Prancis.
2. ILO ( International Labour Organization )
  • Didirikan pada tanggal 11 April 1949.
  • Merupakan Organisasi Perburuhan Internasional
  • Tujuan ILO, memberi sumbangan demi terwujudnya perdamaian abadi.
  • Bermarkas di Roma, Itali
3. FAO ( Food and Agriculture Organization )
  • Didirikan pada tanggal 16 Oktober 1944.
  • Merupakan Organisasi Pangan dan Pertanian.
  • Tujuan FAO, membantu semua negara di dunia dalam meningkatkan standar gizi dan kehidupan, serta memperbaiki hasil pertanian.
  • Bermarkas di Roma, Italia 
4. WHO ( World Health Organization )
  • DIdirikan pada tanggal 7 April 1948.
  • Merupakan Organisasi Kesehatan Dunia
  • Tujuan WHO, membantu semua negara dalam meningkatkan Kesehatan rakyatnya.
  • Bermarkas di Jenewa, Swiss.
5. UNICEF ( United Nations Childrens Fund )
  • Didirikan pada tanggal 11 Desember 1946.
  • Merupakan Organisasi penyantun anak - anak yang menderita.
  • Tujuan UNICEF, memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan serta menolong dan menyantuni anak - anak yang menderita akibat kemiskinan, keterbelakangan, bencana alam, atau korban perang.
  • Bermarkas di New York, Amerika Serikat ( U.S.A )
6. IMF ( International Monetary Fund )
  • Didirikan pada tanggal 27 Desember 1945.
  • Merupakan Organisasi Moneter dan perdagangan Internasional 
  • IMF, Bermarkas di Washington D.C, Amerika Serikat ( U.S.A)
7. ITU ( International Telecomunication Union )
  • Didirikan pada tahun 1965.
  • Merupakan Organisasi pengembangan Telekomunikasi dan Perlengkapan nya.
  • Tujuan ITU, memajukan kerja sama Internasional dalam penggunaan alat Komunikasi.
8. GATT ( General Agreement on Tariff and Trade )
  • Didirikan pada tahun 1947.
  • Merupakan Organisasi perdagangan dan harga pasar Dunia.
  • Tujuan GATT, mengadakan kesepakatan dalam perdagangan.
 9. IFC (International Finance Corporation )
  • Didirikan pada tanggal 20 Juli 1956.
  • Tujuannya, memajukan perkembangan ekonomi dengan memberi dorongan untuk memperbanyak usaha-usaha swasta yang produktif di negara-negara anggotanya.
  • Bermarkas di Washington, DC.
10. WIPO (World Intellectual Property Organization)
  • Didirikan pada tanggal 14 July 1967.
  • Tujuannya, untuk mendorong kreativitas dan memperkenalkan perlindungan kekayaan intelektual ke seluruh dunia .
  • Bermarkas di Jenewa, Swiss dan Vatikan.
11. WTO (World Tourism Organization)
  • Didirikan pada tahun 1974.
  • WTO adalah salah satu badan dari PBB yang menangani masalah pariwisata. 
  • Markas besarnya berada di Madrid, Spanyol. 
12. UPU (Universal Postal Union)
  • Didirikan pada tahun 1874.
  • Organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pengiriman barang dan perangko. 
  • Universal Postal Union bermarkas di Bern, Swiss.

Selasa, 27 Maret 2012

Sejarah Berdirinya VOC Di Nusantara

Berdirinya VOC :

Orang Belanda tiba pertama kali di wilayah Nusantara pada tahun 1596, ketika sebuah armada yang dipimpin Cornelis de Houtman mendarat di Banten. Kedatangan orang Belanda ke Nusantara untuk mencari wilayah penghasil rempah - rempah. Hal ini dikarenakan Belanda tidak dapat memperoleh rempah - rempah lagi akibat di tutupnya Lisabon oleh Spanyol ketika Belanda memisahkan diri dari Spanyol.

Pada awalnya kedatangan orang Belanda diterima dengan baik oleh penguasa dan pedagang Banten. Belanda kemudian berulah dengan meminta agar Banten menyediakan lada dalam jumlah banyak namun tidak diimbangi dengan pembayaran yang memadai. Tentu saja Banten menolak permintaan Belanda. Akibatnya, orang Belanda yang marah marah menembaki pelabuhan tersebut dari kapal dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Berita tentang perlakuan kasar Belanda terhadap para pedagang Banten tersebar sampai ke kota - kota pelabuhan pantai utara Pulau Jawa lainnya. Akibatnya, ketika armada Belanda itu singgah disana, para penguasa menolak kedatangan mereka. Pelayaran Belanda pertama ini akhirnya hanya sampai Bali dan kembali ke Negerinya.

Pada tahun 1598, sebuah armada Belanda yang baru di bawah Jacob van Neck, Warwijck, dan Heemskerck tiba di Banten. Pada kedatangannya yang kedua ini, orang - orang Belanda diterima dengan baik oleh penguasa Banten karena mereka bersikap lebih baik dan menyesuaikan diri dengan kondisi setempat.

Kedatangan Belanda ditempat lain, seperti Tuban dan Maluku juga disambut dengan baik. Sultan Ternate misalnya, menerima Belanda dengan senang hati karena Sultan tersebut bermusuhan dengan orang - orang Portugis dan Spanyol. Di setiap wilayah yang disinggahi kapal - kapal Belanda, mereka mengadakan perdagangan dengan penduduk setempat. Bahkan di beberapa tempat, mereka tidak segan - segan menempatkan orang - orangnya untuk menampung hasil panen rempah - rempah. Hasilnya, orang Belanda itu kembali ke negerinya dengan membawa muatan rempah - rempah dalam jumlah banyak dan keuntungan yang besar.

Dalam perkembangannya, perdagangan rempah - rempah di Nusantara menimbulkan persaingan keras antara bangsa - bangsa Eropa, seperti Belanda, Portugis, Spanyol, dan Inggris. Untuk menghadapi persaingan itu, Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Compagnie ( VOC ). Pimpinan perseroan (VOC) terdiri atas tujuh belas anggota yang disebut Heeren Zeventien. Kepada VOC diberikan hak khusus untuk berdagang, berlayar, dan memegang kekuasaan di kawasan antara Tanjung Harapan dan Kepulauan Solomon.

Tujuan pendirian VOC ialah menghilangkan persaingan antara sesama pedagang Belanda, menyatukan pedagang Belanda, dan mencari keuntungan besar. VOC juga diberikan hak istimewa (octrooi) seperti hak monopoli, membuat mata uang, perjanjian, dan mempunyai militer sendiri.

Penetrasi VOC :

Pada tahun 1618, pimpinan VOC Jan Pieterzoon Coen memutuskan untuk membangun pusat aktifitasnya di Jayakarta ( Jakarta Tempo Dulu ). Jayakarta merupakan bagian dari Kesultanan Banten. Di tempat ini, VOC pada awalnya hanya membeli sebidang tanah seluas 100 Meter persegi dengan harga 3000 Gulden ( Mata uang Belanda ) dari Bupati Jayakarta yang bernama Wijaya Krama.

Ada beberapa alasan mengapa VOC memilih Jayakarta sebagai pusat aktivitasnya, yaitu sebagai berikut :
  1. Letak Jayakarta lebih strategis dalam jalur perdagangan Internasional dibandingkan dengan Ambon yang telah direbutnya dari Portugis, dan 
  2. VOC akan mudah menyingkirkan saingannya, yaitu Portugis di Malaka.
Akan tetapi hubungan Wijaya Krama dengan Coen kemudian menjadi tegang karena kebihakan mereka saling bertolah belakang. Di satu pihak, Wijaya Krama marah karena Coen memperkuat gudangnya dengan tembok - tembok tinggi sehingga menjadi benteng, suatu hal yang berlawanan dengan kesepakatan semula. Di lain pihak, Coen tidak senang terhadap Wijaya Krama karena Bupati Jayakarta memberikan izin kepada orang Inggris untuk mendirikan loji di wilayahnya. Akibatnya, terjadilah persaingan antara East India Company ( Inggris ) dan VOC ( Belanda ).

Dalam persaingan tersebut, Pangeran Jayakarta memihak orang Inggris sementara VOC mendapat dukungan dari Sultan Banten. Ketika Coen sedang pergi ke Ambon untuk memperoleh bala bantuan, Wijaya Krama menahan pemimpin sementara VOC di Jayakarta yang bernama Van den Broeke. Berita penahanan Broeke tersebut membuat marah Ranamanggala dari Banten, yang menganggap Wijaya Krama telah melampaui wewenangnya. Selain itu, penguasa Banten itu juga marah kepada Wijaya Krama karena telah mengadakan perjanjian dengan Inggris tanpa sepengetahuannya. Padahal, perundingan Ranamanggala dengan Inggris selama bertahun - tahun tak membuahkan hasil.

Dalam konflik lokal tersbut, Voc berhasil meyakinkan Ranamanggala untuk memecat Pangeran Jayakarta dan mengingkirkan Inggris dari kotaini. Hal tersebut memungkinkan VOC mempertahankan kedudukannya di Jayakarta.

Minggu, 25 Maret 2012

Kedatangan Bangsa Barat di Nusantara ( Indonesia )

1. Portugis

Bangsa Portugis datang ke wilayah Nusantara karena dorongan Ekonomi, Agama, dan Petualangan. Keberhasilan Vasco da Gama mencapai Kalkuta di pantai barat India pada tahun 1497 telah membuka peluang dan jalan bagi Portugis untuk sampai ke Nusantara. Kalkuta saat itu menjadi bandar utama Stera, Kayu manis, Porselen, Cengkeh, Pala, Lada, Kemenyan, dan barang dagangan lainnya. Barang - barang yang diperdagangkan tersebut mayoritas berasal dari para pedagang Malaka.

Berita mengenai kekayaan Malaka tersebut kemudian mendorong Raja Portugal mengutus Diego Lopes de Sequeira untuk pergi ke Malaka. Pada awalnya Sequeira di sambut baik oleh Sultan Mahmud Syah. Akan tetapi, para pedagang Muslim India berhasil meyakinkan Sultan bahwa orang Portugis sangat berbahaya dan merupakan ancaman berat bagi Malaka. Sultan kemudian berbalik menyerang Sequeira dan mengusir kapal Portugis dari perairan Malaka.
Serangan Malaka terhadapat Sequeira dan anak buahnya memicu kemarahan orang Portugis. Portugis kemudian mengirim Gubernur Portugis di India, yaitu Alfonso d' Albuquerque. Ia berangkat dari Goa pada bulan April 1511 menuju Malaka dengan kekuatan kira - kira 1.200 orang dan 17 - 18 kapal. Perang berhasil menduduki Malaka. Setelah berhasil menaklukkan Malaka, Portugis mengirimkan sebuah armada ke Maluku di bawah pimpinan Francisco Serrao.

Orang - orang Portugis kemudian tiba ke Ternate. Disana mereka mengadakan persekutuan dengan penguasa setempat. Pada tahun 1522, Portugis mendirikan kantor dagang lengkap dengan benteng di Ternate serta memperoleh hak monopoli di pusat Rempah - rempah. Sebagai gantinya, orang Portugis harus membantu Ternate menghadapi Kesultanan Tidore yang didukung Spanyol.

Dominasi perdagangan orang Portugis di wilayah Nusantara tidak berlangsung lama. Portugis mengalami kekurangan bahan makanan, dana, dan sumber daya manusia. Kedudukan Portugis di Nusantara juga semakin goyah akibat terjadinya pertikaian dengan berbagai kesultanan setempat. Pertikaian tersebut terjadi akibat perebutan pengaruh dalam bidang Ekonomi, Politik, maupun Agama. Dalam perseteruan itu, pusat kekuasaan Portugis di Malaka sering mendapatkan serangan dari sejumlah kerajaan Muslin di sekitarnya, yaitu Aceh, Johor, dan Demak. Akibatnya, kota yang pernah menjadi bandar perdagangan yang ramai itu menjadi sepi sehingga orang Portugis pun merugi.

Kesulitan - kesulitan yang dihadapi oleh orang Portugis tersebut akhirnya juga melemahkan posisi mereka di berbagai wilayah Nusantara. Menjelang akhir abad ke - 16, Kedudukan Portugis di Nusantara semakin memburuk akibat munculnya berbagai perlawanan dari para penguasa pribumi sehingga kepentingan dagangnya di Maluku dan sekitarnya makin merosot. Akibatnya, mereka mengalihkan perhatian ke kepulauan Nusa Tenggara akhirnya menetap di Timor. Akhirnya masa keemasan orang Portugis di Nusantara lenyap seiring dengan kedatangan orang Belanda yang kemudian mengambil alih kedudukan mereka.

2. Spanyol

Armada Spanyol memasuki Kepulauan Maluku pada tahun 1521. Mereka ingin mencari daerah penghasil rempah - rempah. Armada Spanyol datang dari arah Filipina dan Kalimantan Utarar menuju Tidore, Bacan, dan Jailolo.
 Kedatangan Spanyol fi wilayah Maluku mendapatkan tentangan keras dari orang Portugis yang sudah datang lebih awal. Akibatnya terjadi pertikaian di antara kedua kekuatan Eropa tersebut, yang masing - masing merangkul penduduk lokal yang saling bersaingan. Spanyol bersekutu dengan Tidore, sementara Portugis merangkul Ternate. Akan tetapi karena kalah kuat, persekutuan Spanyol - Tidore dapat di kalahkan oleh kubu Portugis - Ternate. Pada tahun 1534, Spanyol dan Portugis mengadakan Perjanjian Saragosa yang membagi daerah pengaruh masing - masing. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Spanyol harus melepaskan Maluku dan berkonsentrasi di Filipina. Akhirnya, Spanyol tersisih dari dominasi perdagangan rempah - rempah di Nusantara

3. Inggris

Armada pertama Inggris tiba di Nusantara di bawah pimpinan Sir Francis Drake, dalam pelayaran keliling dunia mereka ke arah barat pada tahun 1577 - 1580. Mereka singgah di Ternate dan kembali ke Inggris dengan membawa Cengkeh.
Pada tahun 1600, Ratu Elizabeth I memberi sebuah Octroi kepada East India Company ( Maskapai Hindia Timur, di singkat EIC ). Dua tahun kemudian, Sir James Lancaster tiba di Aceh. Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Banten. Di Banten, ia berhasil memperoleh izin mendirikan kantor dagang dan kembali ke tanah airnya dengan membawa lada yang sangat banyak.

Ekspidisi dagang Inggris kedua datang ke Nusantara pada tahun 1604 di bawah pimpinan Sir Henry Middleton. Mereka mengunjungi Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Kehadiran mereka di sana mendapat perlawanan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie ( Persekutuan Dagang Hindia Timur, atau VOC ) milik Belanda. Akibatnya, terjadi pertikaian di antara kedua bangsa itu. Akan tetapi, sejak tahun 1623 - an perhatian Inggris lebih tertuju pada kawasan lainnya di Asia sehingga mereka menarik diri dari keguatan perdagangan di Nusantara ( Indonesia )

Sabtu, 03 Maret 2012

Pihak Yang Berperang Di Perang Dunia 2



1. Medan Eropa

Pada Tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia ( Inilah awal mula/penyebab utama Perang Dunia ke 2 ). Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman . Inilah sebagai awal meletusnya Perang Dunia 2.

Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke Utara yakni ke Denmark dan Norwegia. Kedua Negara ini dapat di duduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman Sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada Bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat mendudukinya. Tentata Perancis di bawah Pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris.

Kekuatan dua Negara Fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke arah Angkatan Laut Inggris. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman , Italia , dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang.

2. Medan Afrika

Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral ( Blok Fasis ) pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat di tahan oleh Inggris di bawah Pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat (U.S.A) di bawah pimpinan Eisenhower pada tanggal 12 November 1942.

Datangnya bantuan pasukan Amerika Serikat memuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak 19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan.Rumania dan Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari 1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam kota Berlin (Ibukota Negara Jerman ), dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri ( Anggapan Hitler mati bunuh diri di bunker nya sendiri pun sampai saat ini masih belum jelas kebenarannya, mungkin dengan seiring berjalannya waktu, akan terungkap ). Pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.

3. Medan Asia Pasifik

Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941 oleh Jepang. Perang Dunia 2 di medan Asia Pasifik sering disebut Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mepropagandakan bahwa peperangan yang di lakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.
Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu – sekutunya. Serbuan Jepang di lanjutkan ke negara – negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Burma ( Myanmar ), Malaysia dan Hindia Belanda ( Nama Indonesia waktu masih diduduki Kerajaan Belanda )
Untuk membalas serangan – serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem Katak Loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jendral Daugles Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway ( 7 Mei 1942 ) dihancurkan oleh sekutu inilah titi balik pertama dalam pertempuran – pertempurang berikutnya Amerika Serikat dapat merebut Filipina ( 22 Oktober 1944 ), Iwo Jima ( 17 Maret 1945 ), Okinawa ( 21 Juni 1945 ).Kemudian Inggris di bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma ( Myanmar ) dan menghancurkan tentara Jepang ( 30 April 1945 ). Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota – kota Jepang, tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dijatuhi Bom Atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki.

Peristiwa Tri Komando Rakyat


Tindakan Belanda dengan mendirikan negara “Boneka“ Papua itu merupakan sikap yang menantang kepada bangsa Indonesia untuk bertindak cepat. Oleh karena itu pemerintah segera mengambil tindakan guna membebaskan Irian Barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno dalam suatu rapat raksasa di Yogyakarta mengeluarkan komando yang terkenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora) yang isinya sebagai berikut :
  1. Gagalkan pembentukan “Negara Papua“ buatan Belanda Kolonial
  2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.
  3. Bersiaplah untuk Mobilisasi Umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.
 Dengan dikeluarkannya Trikora maka mulailah konfrontasi total terhadap Belanda dan pada bulan Januari 1962 pemerintah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makasar. Adapun tugas pokok dari Komando Mandala Pembebasan Irian Barat ini adalah Pengembangan operasi – operasi Militer dengan tujuan pengembangan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan negara Republik Indonesia. Sebagai Panglima Komando Mandala adalah Mayor Jenderal Soeharto.

Sebelum Komando Mandala melakukan operasi sudah dilakukan penyusupan ke Irian Barat. Pada tanggal 15 Januari 1962 ketika waktu menunjukkan pukul 12.15 di angkasa terlihat dua buah pesawat terbang pada ketinggian 3000 kaki melintasi formasi patroli ALRI.Diperkirakan pesawat tersebut  adalah milik Belanda jenis Neptune dan Firefly. Waktu itu terlihat juga dua buah kapal perusak yang sedang melepaskan tembakan ke arah Kapal Motor Torpedo Boat (MTB) yang disitu pula para pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan Laut yaitu Komodor Yos Sudarso.

Dalam insiden di Laut Aru tersebut Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama (Komodor) Yos Sudarso, bersama Komandan KRI Macan Tutul, Kapten (Laut) Wiratno, dan beberapa Prajurit Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI – AL) gugur sebagai pahlawan. Sebelum gugur Komodor Yos Sudarso sempat mengucapkan pesan terakhir “Kobarkan Semangat Pertempuran“
Adapun operasi – operasi yang direncanakan Komando Mandala di Irian Barat dibagi dalam Tiga Fase, yakni sebagai berikut :

1. Fase Infiltrasi (Sampai akhir 1962)
Memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaran – sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto. Kesatuan – Kesatuan ini harus dapat mengembangkan penguasaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat dalam Perjuangan Fisik untuk membebaskan wilayah tersebut.

2. Fase Eksploitasi (Mulai awal 1963)
Mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, menduduki semua pos pertahanan musuh yang penting.

3. Fase Konsolidasi (Mulai awal 1964)
Mengadakan kekuasaan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh Irian Barat ( Sekarang Papua ).

Selanjutnya antara bulan Maret sampai Agustus 1962 Komando Mandala melakukan operasi – operasi pendaratan baik melalui laut maupun udara.Beberapa operasi tersebut adalah Operasi Banteng di Fak – Fak dan Kaimana. Operasi Srigala di sekitar Sorong dan Teminabuan, Operasi Naga di Merauke, serta Operasi Jatayu di Sorong, Kaimana, dan Merauke. Selain itu juga direncanakan serangan terbuka merebut Irian Barat (Sekarang Papua) dengan operasi Jayawijaya.        

Peristiwa DI/TII di Indonesia .


1. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat ( Darul Islam/Tentara Islam Indonesia )

Bendera DI/TII.
Pada tanggal 7 Agustus 1949 di suatu desa di Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat). Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia. Gerakannya di namakan Darul Islam (DI) sedang tentaranya dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII) Gerakan ini dibentuk pada saat Jawa Barat di tinggal oleh Pasukan Siliwangi yang berhijrah ke Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam Rangka melaksanakan ketentuan dalam Perundingan Renville.
Ketika pasukan Siliwangi berhijrah, gerombolan DI/TII ini dapat leluasa melakukan gerakannya dengan membakar Rumah – Rumah Rakyat, Membongkar Rel Kereta Api, menyiksa dan merampok harta benda penduduk. Akan tetapi setelah pasukan Siliwangi mengadakan Long March kembali ke Jawa Barat, gerombolan DI/TII ini harus berhadapan dengan pasukan Siliwangi.
Usaha Untuk menumpas pemberontakan DI/TII ini memerlukan waktu yang lama disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :
  1. Medannya berupa daerah pegunungan – pegunungan sehingga sangat mendukung pasukan DI/TII untuk bergerilya,
  2. Pasukan Kartosuwirjo dapat bergerak dengan leluasa di Kalangan Rakyat,
  3. Pasukan DI/TII mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda, antara lain pemilik – pemilik perkebunan dan para pendukung negara Pasundan,
  4. Suasana Politik yang tidak stabil dan sikap beberapa kalangan partai politik telah mempersulit usaha – usaha pemulihan keamanan.
Selanjutnya dalam menghadapi aksi DI/TII pemerintah mengerahkan pasukan TNI untuk menumpas gerombolanini. Pada tahun 1960 pasukan Siliwangi bersama rakyat melakukan operasi “ Pagar Betis “ dan operasi “ Bratayudha “ Pada tanggal 4 Juni 1962 Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo beserta para pengawalnya dapat ditangkap oleh pasukan Siliwangi dalam operasi “ Bratayudha “ di Gunung Geber, daerah Majalaya, Jawa Barat. Kemudian Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo oleh Mahkamah Angkatan Darat dijatuhi hukuman mati sehingga pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dapa di padamkan. 

2. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah. 

Gerombolan DI/TII ini tidak hanya di Jawa Barat akan tetapi di Jawa Tengah juga muncul pemberontakan yang didalangi oleh DI/TII. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengha di bawah pimpinan Amir Fatah yang bergerak di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan. Dan Moh. Mahfudh Abdul Rachman (Kiai Sumolangu)

Untuk menumpas pemberontakan ini pada bulan Januari 1950 pemerintah melakukan operasi kilat yang disebut “ Gerakan Banteng Negara “ (GBN) di bawah Letnan Kolonel Sarbini (Selanjut–nya di ganti Letnan Kolonel M. Bachrun dan Kemudian oleh Letnan Kolonel A. Yani). Gerakan operasi ini dengan pasukan “Banteng Raiders“.

Sementara itu di daerah Kebumen muncul pemberontakan yang merupakan bagian dari DI/TII,yakni dilakukan oleh “Angkatan Umat Islam (AUI)“ yang dipimpin oleh Kyai Moh. Mahudz Abdurachman yang dikenal sebagai “Romo Pusat“ atau Kyai Somalangu. Untuk menumpas pemberontakan ini memerlukan waktu kurang lebih Tiga Bulan.

Pemberontakan DI/TII juga terjadi di daerah Kudus dan Magelang yang dilakukan oleh Batalyon 426 yang bergabung dengan DI/TII pada bulan Desember 1951. Untuk menumpas pemberontakan ini Pemerintah melakukan “Operasi Merdeka Timur“ yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade Pragolo. Pada awal tahun 1952 kekuatan Batalyon pemberontak tersebut dapat dihancurkan dan sisa – sisanya melarikan diri ke Jawa Barat.

3. Pemberontokan DI/TII di Aceh.

Gerombolan DI/TII juga melakukan pemberontakan di Aceh yang dipimpin oleh Teuku Daud Beureuh. Adapun penyebab timbulnya pemberontakan DI/TII di Aceh adalah kekecewaan Daud Beureuh karena status Aceh pada tahun 1950 diturunkan dari daerah istimewa menjadi kresidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara. Pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur Militer menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesa di bawah Pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosuwiyo.

Dalam menghadapi pemberontakan DI/TII di Aceh ini semula pemerintah menggunakan kekuatan senjata. Selanjutnya atas prakarsa Kolonel M. Yasin, Panglima Daerah Militer 1/Iskandar Muda, Pada tanggal 17 – 21 Desember 1962 diselenggarakan “ Mustawarah Kerukunan Rakyat Aceh “ yang mendapat dukungan tokoh – tokoh masyarakat Aceh sehingga pemberontakan DI/TII di Aceh dapat dipadamkan.

4. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan.

Di Sulawesi Selatan juga timbul pemberontakan DI/TII yang dipimpin oleh Kahar Muzakar. Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar menuntut kepada pemerintah agar pasukannya yang tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat ( APRIS ). Tuntutan ini ditolak karena harus melalui penyaringan.

Pemerintah melakukan pendekatan kepada Kahar Muzakar dengan memberi pangkat Letnan Kolonel. Akan tetapi pada tanggal 17 Agustus 1951 Kahar Muzakar beserta anak buahnya melarikan diri ke hutan dan melakukan aksi dengan melakukan teror terhadap rakyat.

Untuk menghadapi pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan ini pemerintah melakukan Operasi Militer. Baru pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar berhasil ditangkap dan ditembak mati sehingga pemberontakan DI/TII di Sulawesi dapat dipadamkan.

5. Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan.

Pada bulan oktober 1950 DI/TII juga melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. Para pemberontak melakukan pengacauan dengan menyerang pos – pos kesatuan TNI.

Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hajar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota TNI.

Ibnu Hajar pun menyerah, akan tetapi setelah menyerah melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi. Selanjutnya pemerintah mengerahkan pasukan TNI sehingga pada akhir tahun 1959 Ibnu Hajar beserta seluruh anggota gerombolannya pun tertangkap.



Organisasi Kerja Sama Internasional Maupun Regional



1. European Economic Community (EEC)
EEC lebih di kenal dengan istilah (Masyarakat Ekonomi Eropa). Disingkat MEE, MEE merupakan organisasi negara – negara Eropa yang didirikan pada tanggal 1 Januari 1958 berdasarkan Penjanjian Roma, Italia. Adapun negara – negara yang menjadi anggota MEE adalah: 
  1. Belanda
  2. Belgia
  3. Denmark
  4. Inggris
  5. Irlandia
  6. Jerman
  7. Luxemburg
  8. Prancis
  9. Yunani
  10. Italia
Tujuan EEC atau MEE adalah menyusun politik perdagangan bersama dan mendirikan daerah perdagangan bebas antarnegara anggota Eropa Barat. MEE juga menjalin kerja sama di bidang perdagangan dengan negara – negara ASEAN. 

2. Asean Free Trade Area (AFTA)

AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Organisasi perdagangan bebas kawasan ASEAN ini sepakat untuk menurunkan tarif dan menghapus  hambatan nonaktif dalam perdagangan yang dimulai tahun 2002.
AFTA bertujuan meningkatkan data saing ekonomi negara – negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN.

3. Asian Pasific Economic Cooperation (APEC) 

APEC dibentuk di canbera, Australia pada tahun 1989. APEC merupakan kerja sama ekonomi negara – negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini jumlah anggota APEC sudah mencapai 21 negara yang di antaranya sebagai berikut :
  1. Dari Benua Amerika adalah : Amerika Serikat, Kanada, Meksiko dan Chili.
  2. Dari Benua Asia adalah : China, Jepang, Korea Selatan, Hongkokng, Taiwan, dan Rusia
  3. Dari Benua Australia adalah : Australia, Selandia Baru.
  4. Dari Melanesia adalah : Papua Nugini.
  5. Dari Asean (Association of South East Asian Nation) adalah : Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan Vietnam.
Tujuan APEC adalah membentuk kerja smaa perdagangan, investasi, pariwisata, dan peningkatan sumber daya manusia yang saling menguntungkan. APEC ingin membentuk perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik

Nasionalisme



Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.
Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.
Beberapa bentuk dari nasionalisme

Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.
             
1. Nasionalisme Kewarganegaraan

Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudulk Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak Sosial").
Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").

2. Nasionalisme Romantik
            
Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman.

3. Nasionalisme Budaya          

Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya. Contoh yang terbaik ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena pemerintahan RRT berpaham komunisme.
            
3. Nasionalisme Kenegaraan

Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan dalam bentuk yang lebih kecil, Franquisme sayap-kanan di Spanyol, serta sikap 'Jacobin' terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri Perancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming, dan nasionalis Basque atau Korsika. Secara sistematis, bila mana nasionalisme kenegaraan itu kuat, akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan masyarakat, dan terhadap wilayah, seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejamnya terhadap nasionalisme Kurdi, pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di Spanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque, Catalan, dan Corsica.
            
4. Nasionalisme Agama

Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu.
            
Namun demikian, bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut. Misalnya pada abad ke-18, nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan. Gerakan nasionalis di Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan teologi semata-mata. Mereka berjuang untuk menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka terutamanya budaya Irlandia. Justru itu, nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan.

Jumat, 24 Februari 2012

Kontingen Garuda Indonesia

Sampai sekarang ini Indonesia telah mengirimkan kontingen Garudanya sampai dengan kontingen Garuda yang ke Dua Puluh Tiga (XX111),
Secara garis besar Kontingen Garuda yang telah dikirim keluar negeri secara berturut – turut adalah :

Kontingen Garuda 1 
Bertugas di Mesir, yang dikirim pada Bulan November 1956, dengan tugas mengamankan dan mengawasi genjatan senjata di Mesir. 

Kontingen Garuda 2
Dikirim pada bulan September 1960 yang bertugas di Kongo. Tugas ini diembannya sampai bulan Mei 1961.

Kontingen Garuda 3
Dikirim ke Kongo pada bulan Desember 1963 sampai Agustus 1964.

Kontingen Garuda 4, Kontingen Garuda 5, dan Kontingen Garuda 7
Dikirim keVietnam dan bertugas mulai bulan Januari 1974.

Kontingen Garuda 6
Dikirim ke Sinai, Mesir. Bertugas dari bulan Agustus 1973 sampai April 1974.


Kontingen Garuda 8
Dikirim ke Sinai, Mesir. Pada bulan September 1974.


Kontingen Garuda 9

Dikirm ke Irak – Iran, pada bulan Agustus 1988 sampai bulan November 1990.

Kontingen Garuda 10
Dikirim ke Namibia, pada bulan Juni 1989 sampai Maret 1990.


Kontingen Garuda 11

Dikirim keperbatasan Irak – Kuwait, Pada bulan April 1991 sampai November 1991.


Kontingen Garuda 12

Dikirim ke Kamboja, pada bulan Oktober 1991 sampai Mei 1993.


Kontingen Garuda 13

Dikirim ke Somalia, pada Bulan Juli 1992 sampai April 1993.

Kontingen Garuda 14
Dikirim ke Bosnia Herzegovina, bulan November 1993 sampai November 1995.

Kontingen Garuda 15
Dikirim ke Georgia, bulan Oktober 1994 sampai November 1995

Kontingen Garuda 16
Dikirim ke Mozambik, tahun 1994.

Kontingen Garuda 17
Dikirim ke Philipina, Oktober 1994 sampai November 1994.

Kontingen Garuda 18
Dikirim ke Tajikistan, November 1997.

Kontingen Garuda 19, yang terdiri atas 19–1, 19–2, 19–3 dan 19–4
Bertugas di Siera Leone, mulai 1999 sampai 2002.

Kontingen Garuda 20
Bertugas di Republik Demokratik Kongo, tahun 2005.

Kontingen Garuda 21 – 23
Bertugas di Lebanon, 2006 – sampai sekarang.


Selasa, 21 Februari 2012

Akibat Dan Dampak Perang Dunia 2

Perang Dunia yang berlangsung antara tahun 1939 - 1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang Politik, Ekonomi, Sosial dan Kerohanian bagi Negara - Negara di Dunia. diantaranya :

1. Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang Politik setelah Perang Dunia ke 2 berakhir seperti berikut :

Amerika Serikat (U.S.A) dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia ke 2, tumbuh menjadi Negara Raksasa (Adikuasa).
Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat (Blok Barat) dan UniSoviet (Blok Timur) yang menimbulkan Perang Dingin.Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of Power Policy), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara merdeka seperti Indonesia  (17 Agustus 1945 ), Filipina (4 July 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka Penuh (26 Januari 1950), Burma (4 Januari 1948)dan Ceylon Dominion (4 Februari 1948).
Munculnya Politik mencari kawan atau aliansi yang di bentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO (North Atlantic Trinity Organization), SEATO (South East Asia Treaty Organization), dan METO (Middle East Treaty Organization)

Munculnya Politik memecah belah Negara, misalnya :
  1. Jerman dibagi menjadi dua Negara yaitu, Jerman Barat (Di kuasai Amerika Serikat dan Sekutunya) dan Jerman Timur (di kuasai oleh Uni Soviet). 
  2. Korea di bagi menjadi dua Negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
  3. Indo - Cina di bagi menjadi tiga negara yaitu, Laos, Kamboja, dan Indo-Cina 
  4. India di bagi menjadi dua Negara yaitu, India dan Pakistan. 
2. Bidang Ekonomi

Perang Dunia 2 menghancurkan perekonomian negara - negara di dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh Dunia.
Untuk menanamkan pengaruhnya di Negara - Negara Eropa dan yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Point Truman dan Colombo Plan. Program - program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya Komunisme.

3. Bidang Sosial

Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban  dari Perang Dunia ke 2 PBB membentuk URRA (United Nations Rehabilitation Administration). Tugas URRA di antaranya sebagai berikut :
  1. Memberi makan kepada orang - orang yang terlantar .
  2. Mendirikan Rumah Sakit.
  3. Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
  4. Mengerjakan kembali tanah yang rusak.
4. Bidang Kerohanian

Penderitaan yang ditimbulkan akibat dari Perang Dunia ke 2 menyadarkan manusia akan akibat buruk nya Perang. Penduduk Dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian Dunia setelah Liga Bangsa - Bangsa  (LBB) dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga Perdamaian Dunia.


Selasa, 31 Januari 2012

Perlawanan Bersenjata Yang Di Lakukan PETA

1. Perlawanan PETA di Blitar (29 Februari 1945)

Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco Supriyadi , Syodanco Muradi dan Dr. Ismail. Perlawanan ini disebabkan karena perosalan pengumpulan padi, Romusha maupun Heiho yang dilakukan secara paksa dan diluar batas peri kemanusiaan.

Sebagai putera rakyat para pejuang tidak tega melihat penderitaan rakyat. Di samping itu sikap para Pelatih Militer Jepang yang angkuh dan merendahkan Prajurit – Prajurit Indonesia.
    
Perlawanan PETA di Blitar merupakan perlawanan yang terbesar di Jawa. Tetapi dengan tipu muslihat Jepang melalui Kolonel Katagiri ( Komandan Pasukan Jepang ), pasukan PETA berhasil ditipu dengan pura – pura diajak berunding. Empat perwira PETA dihukum mati dan Tiga lainnya disiksa sampai mati. Sedangkan Syodanco Supriyadi berhasil meoloskan diri.

2. Perlawanan PETA di Meureudu, Aceh (November 1944)

Perlawanan ini dipimpin oleh Perwira Gyugun T. Hamid. Latar Belakang perlawanan ini karena sikap Jepang yang angkuh dan kejam terhadap rakyat pada umumnya dan Prajurit Indonesia pada Khususnya.
3. Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap (April 1945)

Perlawanan ini dipimpin oleh pemimpin regu ( Bundanco ) Kusaeri bersama rekan – rekannya. Perlawanan yang direncanakan dimulai tanggal 21 April 1945 diketahui Jepang sehingga Kusaeri ditangkap pada tanggal 25 April 1945. Kusaeri divonis hukuman mati tetapi tidak terlaksana karena Jepang terdesak oleh Sekutu.

Organisasi Semimiliter Buatan Jepang

Seinendan (Barisan Pelopor)

Seinendan merupakan organisasi semi militer yang di bentuk secara resmi tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas pemuda usia 14–22 Tahun. Mereka dilatih militer untuk mempertahankandiri maupun penyerangan.
    
Tujuan pembentukan Sainendan yang sebenarnya adalah agar Jepang memperoleh tenaga cadangan untuk memperkuat pasukannya dalam perang Asia Pasifik.

Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)

Keibodan merupakan Organisasi Semi Militer yang dibentuk pada tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas para pemuda usia 23–25 Tahun. Tugan Keibodan adalah sebagai pembantu Polisi Dalam yang bertugas antara lain,Menjaga Lalu Lintas,Pengamanan Desa,Sebagai Mata–Mata,dan lain-lain. Jadi Keibodan ini selain untuk memperkuat kewaspadaan dan disiplin masyarakat juga untuk Politik Pecah Belah. Keibodan mendapat pengawasan ketat dari tentara Jepang karena untuk menghindari pengaruh dari kaum Nasionalis dalam badan ini. Di seluruh Tanah Air sudah dibentuk Keibodan walaupun namanya berbeda,antara lain di Sumatera disebut Bogodan,sedangkan di Kalimantan disebut Borneo Konen Hokukudan.

Fujinkai (Barisan Wanita)

Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas wanita yang berumur 15 tahun keatas.Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan Dana Wajib berupa Perhiasan,Hewan Ternak,dan Bahan Makanan untuk Kepentingan Perang.

Syuisyintai (Barisan Pelopor)

Syuisyintai diresmikan pada tanggal 25 September 1944. Syuisyintai ini dipimpin oleh Ir. Soekarno yang dibantu oleh Oto Iskandardinata,R.P. Suroso,dan Dr. Buntaran Martoatmojo. Barisan Pelopor memiliki kekuatan satu Batalyon di tiap Kota atau Kabupaten,Menyiapkan pemuda–pemuda dewasa untuk gerakan perlawanan rakyat. Latihan–latihannya ditekankan pada semangat kemiliteran.

Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)

Jawa Hokokai diresmikan pada tanggal 1 Maret 1944. Jawa Hokokai merupakan Organisasi resmi pemerintah dan langsung di bawah pengawasan pejabat Jepang. Pimpinan tertinggi dipegang oleh Guneseikan (Kepala/Pemerintahan Militer yang dijabat Kepala Staf Tentara).
Keanggotaan Jawa Hokokai adalah para pemuda yang berusia minimal 14 Tahun. Tugas Jawa Hokokai adalah mengerakkan rakyat guna mengumpulkan Pajak,Upeti,dan hasil Pertanian Rakyat.

Organisasi Militer Buatan Jepang

Masih ingatkah kalian dengan penjajahan Jepang di Indonesia ? tentunya meninggalkan luka yang amat mendalam di rakyat indonesia, tetapi apakah kalian tau selama Jepang di Indonesia, Jepang membuat Organisasi Militer ? tidak tau kan ? kalau tidak, silahkan liat di bawah ini,Ini hanya Organisasi Militer nya saja, masih ada Organisasi SemiMiliter, anda Ingin lihat? silah liat di daftar isi blog ini.

Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)

Heiho merupakan Organisasi Militer resmi yang dibentuk pada bulan april 1945. Anggotanya adalah para pemuda yang berusia 18–25 Tahun. Heiho merupakan barisan pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari peperangan misalnya memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke atas truk, serta pemeliharaan senjata lain–lain. 

Sampai berakhirnya masa pendudukan Jepang jumlah anggota Heiho mencapai 42.000 orang. Prajurit Heiho juga dikirim ke Luar Negeri untuk menghadapi pasukan Sekutu antara lain ke Malaya (Malaysia). Birma (Myanmar), dan Kepulauan Solomon.

PETA (Pembela Tanah Air)

PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1944 atas usul Gotot Mangkupraja kepada Letjend. Kumakici Harada (Panglima Tentara Ke-16). PETA di Sumatera dikenal dengan Gyugun.
   
Pembentukan PETA ini berbeda dengan organisasi lain bentukan Jepang. Anggota PETA terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan Militer Jepang. PETA bertugas mempertahankan Tanah Air Indonesia. PETA merupakan tentara garis kedua. Di Jawa dibentuk 50 Batalion PETA. Jabatan Komando Batalion dipegang oleh orang indonesia tetapi setiap Komandan ada Pelatih dan Penasihat Jepang. Tokoh–Tokoh PETA yang terkenal antara lain Supriyadi, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, dan Jenderal Ahmad Yani.
    
Pergerakan massa rakyat dalam Organisasi–Organisasi diatas telah mendorong rakyat memiliki keberanian, sikap mental untuk menentang penjajahan, pemahaman terhadap Kemerdekaan maupun sikap mental yang mengarah pada terbentuknya Nasionalisme.

Agresi Militer Belanda Pertama


Persetujuan Linggarjati yang ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1947 antara Indonesia–Belanda sebagai upaya mengatasi Konflik melalui Jalur Diplomasi. Akan tetapi, Belanda mengingkari perundiongan ini dengan jalan melakukan Agresi Militer Pertama pada tanggal 21 Juli 1947. Tujuan Belanda tidak dapat melakukannya sekaligus, Oleh karena itu untuk tahap pertama Belanda harus mencapai sasaran sebagai berikut :

Bidang Politik :

Pengepungan Ibu Kota RI (Republik Indonesia) dan penghapusan RI (Republik Indonesia) dari peta (menghilangkan de facto RI).

Bidang Ekonomi :

Perebutan Daerah–Daerah penghasil bahan makanan (Seperti Daerah Beras di Jawa Barat dan Jawa Timur) dan bahan Ekspor (Perkebunan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera serta pertambangan dan perkebunan di Sumatera).

Bidang Militer :
Penghancuran TNI (Tentara Nasional Indonesia) Jika Tahap Pertama ini dapat berhasil maka tahap berikutnya adalah menghancurkan RI secara total. Ibu Kota RI (Republik Indonesia) pada waktu itu terkepung sehingga hubungan ke luar sulit dan Ekonomi RI (Republik Indonesia) mengalami kesulitan karena daerah–daerah penghasil beras jatuh ke tangan Belanda. Akan Tetapi  untuk menghancurkan TNI(Tentara Nasional Indonesia) mengalami kesulitan sebab TNI menggunakan Siasat Perang Semesta dengan bergerilya dan bertahan di desa–desa. Dengan demikian Belanda hanya menguasai dan bergerak di Kota –Kota besar dan Jalan–Jalan Raya, sedangkan diluar itu masih dikuasai TNi.

Dalam Agersi Militer Pertama ini walaupun Belanda berhasil menduduki beberapa daerah kekuasaan RI akan tetapi secara Politis Republik Indonesia naik kedudukannya di mata dunia. Negara–Negara lain merasa simpati seperti Liga Arab yang sejak 18 November 1946 mengakui kemerdekaan Indonesia. Agresi militer Belanda terhadap Indonesia mengakibatkan permusuhan Negara-Negara Arab terhadap Belanda dan menjadi simpati terhadap Indonesia. Dengan demikian dapat menguatkan kedudukan Republik Indonesia terutama di Kawasan penting secara Politik yaitu Timur Tengah.

Sabtu, 14 Januari 2012

Penyebab Perang Dunia Ke 2

Mungkin Perang Dunia ke 2 sudah tidak asing lagi di telinga halayak Dunia bahkan bangsa kita pun pernah merasakan imbasnya, Perang ini pun menorehkan catatan sejarah heroik sepanjang massa, Tapi apakah kalian tau, Sebab umum terjadinya Perang Dunia ke 2 ? Bagi yang belum megetahui silahkan baca Postingan saya di bawah ini

Penyebab Umum Terjadinya Perang Dunia ke 2, Sebagai berikut :


1.Kegagalan Liga Bangsa Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia.LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan tetapi menjadi alat Politik Negara-Negara Besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa - apa ketika Negara-Negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.

2.Negara-negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya. Dengan kegagalan LBB tersebut, Dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai Komunisme Rusia tetapi kemudian Rusia mencurigai Fasisme Italia dan Nasional-Sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya Negara-negara tersebut saling memperkuat militer dan persenjataannya.

3.Adanya politik Aliansi (Mencari kawan persekutuan).  Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka Negara - negara besar mencari kawan dan muncullah dua Blok Besar, yakni :
  • Blok Fasis : 
  1. Jerman, Pimpinan Adolf Hitler.
  2. Italia, Pimpinan Bennito Mussolini
  3. Jepang, Pimpinan Kaisar Hirohito.
  • Blok Sekutu terdiri atas :
  1. Blok Demokrasi,yaitu : Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
  2. Blok Komunis,yaitu    : Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, Cekoslavia. 
4.Adanya pertentangan-pertentangan akibat Ekspansi.Jerman mengumumkan  "Lebensraum"(Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah. Dan Italia menginginkan "Italia Irredenta"(Italia Raya) yang meliputi seluruh Laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan "Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya". Ini berarti merupakan tantangan terhadap Imperialisme Inggris, Perancis dan Amerika Serikat.

5.Adanya pertentangan antara Paham Demokrasi, Fasisme dan Komunisme.

6.Adanya politik Balas Dendam:"Revanche Idea" Jerman terhadap Perancis, karena Jerman merasa di hina dengan Perjanjian Versailes (Perjanjian antara Jerman dan Sekutu akibat kalahnya Jerman pada Perang Dunia ke 1, pada tahun 1919).

Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia ke 2, yaitu  :

Serangan Jerman terhadap Polandia pada tanggal 1 September 1939, itulah awal dari meletusnya Perang Terbesar dalam sejarah manusia, yaitu World War II