Selasa, 27 Maret 2012

Sejarah Berdirinya VOC Di Nusantara

Berdirinya VOC :

Orang Belanda tiba pertama kali di wilayah Nusantara pada tahun 1596, ketika sebuah armada yang dipimpin Cornelis de Houtman mendarat di Banten. Kedatangan orang Belanda ke Nusantara untuk mencari wilayah penghasil rempah - rempah. Hal ini dikarenakan Belanda tidak dapat memperoleh rempah - rempah lagi akibat di tutupnya Lisabon oleh Spanyol ketika Belanda memisahkan diri dari Spanyol.

Pada awalnya kedatangan orang Belanda diterima dengan baik oleh penguasa dan pedagang Banten. Belanda kemudian berulah dengan meminta agar Banten menyediakan lada dalam jumlah banyak namun tidak diimbangi dengan pembayaran yang memadai. Tentu saja Banten menolak permintaan Belanda. Akibatnya, orang Belanda yang marah marah menembaki pelabuhan tersebut dari kapal dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Berita tentang perlakuan kasar Belanda terhadap para pedagang Banten tersebar sampai ke kota - kota pelabuhan pantai utara Pulau Jawa lainnya. Akibatnya, ketika armada Belanda itu singgah disana, para penguasa menolak kedatangan mereka. Pelayaran Belanda pertama ini akhirnya hanya sampai Bali dan kembali ke Negerinya.

Pada tahun 1598, sebuah armada Belanda yang baru di bawah Jacob van Neck, Warwijck, dan Heemskerck tiba di Banten. Pada kedatangannya yang kedua ini, orang - orang Belanda diterima dengan baik oleh penguasa Banten karena mereka bersikap lebih baik dan menyesuaikan diri dengan kondisi setempat.

Kedatangan Belanda ditempat lain, seperti Tuban dan Maluku juga disambut dengan baik. Sultan Ternate misalnya, menerima Belanda dengan senang hati karena Sultan tersebut bermusuhan dengan orang - orang Portugis dan Spanyol. Di setiap wilayah yang disinggahi kapal - kapal Belanda, mereka mengadakan perdagangan dengan penduduk setempat. Bahkan di beberapa tempat, mereka tidak segan - segan menempatkan orang - orangnya untuk menampung hasil panen rempah - rempah. Hasilnya, orang Belanda itu kembali ke negerinya dengan membawa muatan rempah - rempah dalam jumlah banyak dan keuntungan yang besar.

Dalam perkembangannya, perdagangan rempah - rempah di Nusantara menimbulkan persaingan keras antara bangsa - bangsa Eropa, seperti Belanda, Portugis, Spanyol, dan Inggris. Untuk menghadapi persaingan itu, Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Compagnie ( VOC ). Pimpinan perseroan (VOC) terdiri atas tujuh belas anggota yang disebut Heeren Zeventien. Kepada VOC diberikan hak khusus untuk berdagang, berlayar, dan memegang kekuasaan di kawasan antara Tanjung Harapan dan Kepulauan Solomon.

Tujuan pendirian VOC ialah menghilangkan persaingan antara sesama pedagang Belanda, menyatukan pedagang Belanda, dan mencari keuntungan besar. VOC juga diberikan hak istimewa (octrooi) seperti hak monopoli, membuat mata uang, perjanjian, dan mempunyai militer sendiri.

Penetrasi VOC :

Pada tahun 1618, pimpinan VOC Jan Pieterzoon Coen memutuskan untuk membangun pusat aktifitasnya di Jayakarta ( Jakarta Tempo Dulu ). Jayakarta merupakan bagian dari Kesultanan Banten. Di tempat ini, VOC pada awalnya hanya membeli sebidang tanah seluas 100 Meter persegi dengan harga 3000 Gulden ( Mata uang Belanda ) dari Bupati Jayakarta yang bernama Wijaya Krama.

Ada beberapa alasan mengapa VOC memilih Jayakarta sebagai pusat aktivitasnya, yaitu sebagai berikut :
  1. Letak Jayakarta lebih strategis dalam jalur perdagangan Internasional dibandingkan dengan Ambon yang telah direbutnya dari Portugis, dan 
  2. VOC akan mudah menyingkirkan saingannya, yaitu Portugis di Malaka.
Akan tetapi hubungan Wijaya Krama dengan Coen kemudian menjadi tegang karena kebihakan mereka saling bertolah belakang. Di satu pihak, Wijaya Krama marah karena Coen memperkuat gudangnya dengan tembok - tembok tinggi sehingga menjadi benteng, suatu hal yang berlawanan dengan kesepakatan semula. Di lain pihak, Coen tidak senang terhadap Wijaya Krama karena Bupati Jayakarta memberikan izin kepada orang Inggris untuk mendirikan loji di wilayahnya. Akibatnya, terjadilah persaingan antara East India Company ( Inggris ) dan VOC ( Belanda ).

Dalam persaingan tersebut, Pangeran Jayakarta memihak orang Inggris sementara VOC mendapat dukungan dari Sultan Banten. Ketika Coen sedang pergi ke Ambon untuk memperoleh bala bantuan, Wijaya Krama menahan pemimpin sementara VOC di Jayakarta yang bernama Van den Broeke. Berita penahanan Broeke tersebut membuat marah Ranamanggala dari Banten, yang menganggap Wijaya Krama telah melampaui wewenangnya. Selain itu, penguasa Banten itu juga marah kepada Wijaya Krama karena telah mengadakan perjanjian dengan Inggris tanpa sepengetahuannya. Padahal, perundingan Ranamanggala dengan Inggris selama bertahun - tahun tak membuahkan hasil.

Dalam konflik lokal tersbut, Voc berhasil meyakinkan Ranamanggala untuk memecat Pangeran Jayakarta dan mengingkirkan Inggris dari kotaini. Hal tersebut memungkinkan VOC mempertahankan kedudukannya di Jayakarta.

Minggu, 25 Maret 2012

Kedatangan Bangsa Barat di Nusantara ( Indonesia )

1. Portugis

Bangsa Portugis datang ke wilayah Nusantara karena dorongan Ekonomi, Agama, dan Petualangan. Keberhasilan Vasco da Gama mencapai Kalkuta di pantai barat India pada tahun 1497 telah membuka peluang dan jalan bagi Portugis untuk sampai ke Nusantara. Kalkuta saat itu menjadi bandar utama Stera, Kayu manis, Porselen, Cengkeh, Pala, Lada, Kemenyan, dan barang dagangan lainnya. Barang - barang yang diperdagangkan tersebut mayoritas berasal dari para pedagang Malaka.

Berita mengenai kekayaan Malaka tersebut kemudian mendorong Raja Portugal mengutus Diego Lopes de Sequeira untuk pergi ke Malaka. Pada awalnya Sequeira di sambut baik oleh Sultan Mahmud Syah. Akan tetapi, para pedagang Muslim India berhasil meyakinkan Sultan bahwa orang Portugis sangat berbahaya dan merupakan ancaman berat bagi Malaka. Sultan kemudian berbalik menyerang Sequeira dan mengusir kapal Portugis dari perairan Malaka.
Serangan Malaka terhadapat Sequeira dan anak buahnya memicu kemarahan orang Portugis. Portugis kemudian mengirim Gubernur Portugis di India, yaitu Alfonso d' Albuquerque. Ia berangkat dari Goa pada bulan April 1511 menuju Malaka dengan kekuatan kira - kira 1.200 orang dan 17 - 18 kapal. Perang berhasil menduduki Malaka. Setelah berhasil menaklukkan Malaka, Portugis mengirimkan sebuah armada ke Maluku di bawah pimpinan Francisco Serrao.

Orang - orang Portugis kemudian tiba ke Ternate. Disana mereka mengadakan persekutuan dengan penguasa setempat. Pada tahun 1522, Portugis mendirikan kantor dagang lengkap dengan benteng di Ternate serta memperoleh hak monopoli di pusat Rempah - rempah. Sebagai gantinya, orang Portugis harus membantu Ternate menghadapi Kesultanan Tidore yang didukung Spanyol.

Dominasi perdagangan orang Portugis di wilayah Nusantara tidak berlangsung lama. Portugis mengalami kekurangan bahan makanan, dana, dan sumber daya manusia. Kedudukan Portugis di Nusantara juga semakin goyah akibat terjadinya pertikaian dengan berbagai kesultanan setempat. Pertikaian tersebut terjadi akibat perebutan pengaruh dalam bidang Ekonomi, Politik, maupun Agama. Dalam perseteruan itu, pusat kekuasaan Portugis di Malaka sering mendapatkan serangan dari sejumlah kerajaan Muslin di sekitarnya, yaitu Aceh, Johor, dan Demak. Akibatnya, kota yang pernah menjadi bandar perdagangan yang ramai itu menjadi sepi sehingga orang Portugis pun merugi.

Kesulitan - kesulitan yang dihadapi oleh orang Portugis tersebut akhirnya juga melemahkan posisi mereka di berbagai wilayah Nusantara. Menjelang akhir abad ke - 16, Kedudukan Portugis di Nusantara semakin memburuk akibat munculnya berbagai perlawanan dari para penguasa pribumi sehingga kepentingan dagangnya di Maluku dan sekitarnya makin merosot. Akibatnya, mereka mengalihkan perhatian ke kepulauan Nusa Tenggara akhirnya menetap di Timor. Akhirnya masa keemasan orang Portugis di Nusantara lenyap seiring dengan kedatangan orang Belanda yang kemudian mengambil alih kedudukan mereka.

2. Spanyol

Armada Spanyol memasuki Kepulauan Maluku pada tahun 1521. Mereka ingin mencari daerah penghasil rempah - rempah. Armada Spanyol datang dari arah Filipina dan Kalimantan Utarar menuju Tidore, Bacan, dan Jailolo.
 Kedatangan Spanyol fi wilayah Maluku mendapatkan tentangan keras dari orang Portugis yang sudah datang lebih awal. Akibatnya terjadi pertikaian di antara kedua kekuatan Eropa tersebut, yang masing - masing merangkul penduduk lokal yang saling bersaingan. Spanyol bersekutu dengan Tidore, sementara Portugis merangkul Ternate. Akan tetapi karena kalah kuat, persekutuan Spanyol - Tidore dapat di kalahkan oleh kubu Portugis - Ternate. Pada tahun 1534, Spanyol dan Portugis mengadakan Perjanjian Saragosa yang membagi daerah pengaruh masing - masing. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Spanyol harus melepaskan Maluku dan berkonsentrasi di Filipina. Akhirnya, Spanyol tersisih dari dominasi perdagangan rempah - rempah di Nusantara

3. Inggris

Armada pertama Inggris tiba di Nusantara di bawah pimpinan Sir Francis Drake, dalam pelayaran keliling dunia mereka ke arah barat pada tahun 1577 - 1580. Mereka singgah di Ternate dan kembali ke Inggris dengan membawa Cengkeh.
Pada tahun 1600, Ratu Elizabeth I memberi sebuah Octroi kepada East India Company ( Maskapai Hindia Timur, di singkat EIC ). Dua tahun kemudian, Sir James Lancaster tiba di Aceh. Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Banten. Di Banten, ia berhasil memperoleh izin mendirikan kantor dagang dan kembali ke tanah airnya dengan membawa lada yang sangat banyak.

Ekspidisi dagang Inggris kedua datang ke Nusantara pada tahun 1604 di bawah pimpinan Sir Henry Middleton. Mereka mengunjungi Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Kehadiran mereka di sana mendapat perlawanan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie ( Persekutuan Dagang Hindia Timur, atau VOC ) milik Belanda. Akibatnya, terjadi pertikaian di antara kedua bangsa itu. Akan tetapi, sejak tahun 1623 - an perhatian Inggris lebih tertuju pada kawasan lainnya di Asia sehingga mereka menarik diri dari keguatan perdagangan di Nusantara ( Indonesia )

Sabtu, 03 Maret 2012

Pihak Yang Berperang Di Perang Dunia 2



1. Medan Eropa

Pada Tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia ( Inilah awal mula/penyebab utama Perang Dunia ke 2 ). Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman . Inilah sebagai awal meletusnya Perang Dunia 2.

Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke Utara yakni ke Denmark dan Norwegia. Kedua Negara ini dapat di duduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman Sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada Bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat mendudukinya. Tentata Perancis di bawah Pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris.

Kekuatan dua Negara Fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke arah Angkatan Laut Inggris. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman , Italia , dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang.

2. Medan Afrika

Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral ( Blok Fasis ) pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat di tahan oleh Inggris di bawah Pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat (U.S.A) di bawah pimpinan Eisenhower pada tanggal 12 November 1942.

Datangnya bantuan pasukan Amerika Serikat memuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak 19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan.Rumania dan Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari 1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam kota Berlin (Ibukota Negara Jerman ), dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri ( Anggapan Hitler mati bunuh diri di bunker nya sendiri pun sampai saat ini masih belum jelas kebenarannya, mungkin dengan seiring berjalannya waktu, akan terungkap ). Pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.

3. Medan Asia Pasifik

Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941 oleh Jepang. Perang Dunia 2 di medan Asia Pasifik sering disebut Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mepropagandakan bahwa peperangan yang di lakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.
Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu – sekutunya. Serbuan Jepang di lanjutkan ke negara – negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Burma ( Myanmar ), Malaysia dan Hindia Belanda ( Nama Indonesia waktu masih diduduki Kerajaan Belanda )
Untuk membalas serangan – serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem Katak Loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jendral Daugles Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway ( 7 Mei 1942 ) dihancurkan oleh sekutu inilah titi balik pertama dalam pertempuran – pertempurang berikutnya Amerika Serikat dapat merebut Filipina ( 22 Oktober 1944 ), Iwo Jima ( 17 Maret 1945 ), Okinawa ( 21 Juni 1945 ).Kemudian Inggris di bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma ( Myanmar ) dan menghancurkan tentara Jepang ( 30 April 1945 ). Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota – kota Jepang, tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dijatuhi Bom Atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki.

Peristiwa Tri Komando Rakyat


Tindakan Belanda dengan mendirikan negara “Boneka“ Papua itu merupakan sikap yang menantang kepada bangsa Indonesia untuk bertindak cepat. Oleh karena itu pemerintah segera mengambil tindakan guna membebaskan Irian Barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno dalam suatu rapat raksasa di Yogyakarta mengeluarkan komando yang terkenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora) yang isinya sebagai berikut :
  1. Gagalkan pembentukan “Negara Papua“ buatan Belanda Kolonial
  2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.
  3. Bersiaplah untuk Mobilisasi Umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.
 Dengan dikeluarkannya Trikora maka mulailah konfrontasi total terhadap Belanda dan pada bulan Januari 1962 pemerintah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makasar. Adapun tugas pokok dari Komando Mandala Pembebasan Irian Barat ini adalah Pengembangan operasi – operasi Militer dengan tujuan pengembangan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan negara Republik Indonesia. Sebagai Panglima Komando Mandala adalah Mayor Jenderal Soeharto.

Sebelum Komando Mandala melakukan operasi sudah dilakukan penyusupan ke Irian Barat. Pada tanggal 15 Januari 1962 ketika waktu menunjukkan pukul 12.15 di angkasa terlihat dua buah pesawat terbang pada ketinggian 3000 kaki melintasi formasi patroli ALRI.Diperkirakan pesawat tersebut  adalah milik Belanda jenis Neptune dan Firefly. Waktu itu terlihat juga dua buah kapal perusak yang sedang melepaskan tembakan ke arah Kapal Motor Torpedo Boat (MTB) yang disitu pula para pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan Laut yaitu Komodor Yos Sudarso.

Dalam insiden di Laut Aru tersebut Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama (Komodor) Yos Sudarso, bersama Komandan KRI Macan Tutul, Kapten (Laut) Wiratno, dan beberapa Prajurit Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI – AL) gugur sebagai pahlawan. Sebelum gugur Komodor Yos Sudarso sempat mengucapkan pesan terakhir “Kobarkan Semangat Pertempuran“
Adapun operasi – operasi yang direncanakan Komando Mandala di Irian Barat dibagi dalam Tiga Fase, yakni sebagai berikut :

1. Fase Infiltrasi (Sampai akhir 1962)
Memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaran – sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto. Kesatuan – Kesatuan ini harus dapat mengembangkan penguasaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat dalam Perjuangan Fisik untuk membebaskan wilayah tersebut.

2. Fase Eksploitasi (Mulai awal 1963)
Mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, menduduki semua pos pertahanan musuh yang penting.

3. Fase Konsolidasi (Mulai awal 1964)
Mengadakan kekuasaan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh Irian Barat ( Sekarang Papua ).

Selanjutnya antara bulan Maret sampai Agustus 1962 Komando Mandala melakukan operasi – operasi pendaratan baik melalui laut maupun udara.Beberapa operasi tersebut adalah Operasi Banteng di Fak – Fak dan Kaimana. Operasi Srigala di sekitar Sorong dan Teminabuan, Operasi Naga di Merauke, serta Operasi Jatayu di Sorong, Kaimana, dan Merauke. Selain itu juga direncanakan serangan terbuka merebut Irian Barat (Sekarang Papua) dengan operasi Jayawijaya.        

Peristiwa DI/TII di Indonesia .


1. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat ( Darul Islam/Tentara Islam Indonesia )

Bendera DI/TII.
Pada tanggal 7 Agustus 1949 di suatu desa di Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat). Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia. Gerakannya di namakan Darul Islam (DI) sedang tentaranya dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII) Gerakan ini dibentuk pada saat Jawa Barat di tinggal oleh Pasukan Siliwangi yang berhijrah ke Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam Rangka melaksanakan ketentuan dalam Perundingan Renville.
Ketika pasukan Siliwangi berhijrah, gerombolan DI/TII ini dapat leluasa melakukan gerakannya dengan membakar Rumah – Rumah Rakyat, Membongkar Rel Kereta Api, menyiksa dan merampok harta benda penduduk. Akan tetapi setelah pasukan Siliwangi mengadakan Long March kembali ke Jawa Barat, gerombolan DI/TII ini harus berhadapan dengan pasukan Siliwangi.
Usaha Untuk menumpas pemberontakan DI/TII ini memerlukan waktu yang lama disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :
  1. Medannya berupa daerah pegunungan – pegunungan sehingga sangat mendukung pasukan DI/TII untuk bergerilya,
  2. Pasukan Kartosuwirjo dapat bergerak dengan leluasa di Kalangan Rakyat,
  3. Pasukan DI/TII mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda, antara lain pemilik – pemilik perkebunan dan para pendukung negara Pasundan,
  4. Suasana Politik yang tidak stabil dan sikap beberapa kalangan partai politik telah mempersulit usaha – usaha pemulihan keamanan.
Selanjutnya dalam menghadapi aksi DI/TII pemerintah mengerahkan pasukan TNI untuk menumpas gerombolanini. Pada tahun 1960 pasukan Siliwangi bersama rakyat melakukan operasi “ Pagar Betis “ dan operasi “ Bratayudha “ Pada tanggal 4 Juni 1962 Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo beserta para pengawalnya dapat ditangkap oleh pasukan Siliwangi dalam operasi “ Bratayudha “ di Gunung Geber, daerah Majalaya, Jawa Barat. Kemudian Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo oleh Mahkamah Angkatan Darat dijatuhi hukuman mati sehingga pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dapa di padamkan. 

2. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah. 

Gerombolan DI/TII ini tidak hanya di Jawa Barat akan tetapi di Jawa Tengah juga muncul pemberontakan yang didalangi oleh DI/TII. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengha di bawah pimpinan Amir Fatah yang bergerak di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan. Dan Moh. Mahfudh Abdul Rachman (Kiai Sumolangu)

Untuk menumpas pemberontakan ini pada bulan Januari 1950 pemerintah melakukan operasi kilat yang disebut “ Gerakan Banteng Negara “ (GBN) di bawah Letnan Kolonel Sarbini (Selanjut–nya di ganti Letnan Kolonel M. Bachrun dan Kemudian oleh Letnan Kolonel A. Yani). Gerakan operasi ini dengan pasukan “Banteng Raiders“.

Sementara itu di daerah Kebumen muncul pemberontakan yang merupakan bagian dari DI/TII,yakni dilakukan oleh “Angkatan Umat Islam (AUI)“ yang dipimpin oleh Kyai Moh. Mahudz Abdurachman yang dikenal sebagai “Romo Pusat“ atau Kyai Somalangu. Untuk menumpas pemberontakan ini memerlukan waktu kurang lebih Tiga Bulan.

Pemberontakan DI/TII juga terjadi di daerah Kudus dan Magelang yang dilakukan oleh Batalyon 426 yang bergabung dengan DI/TII pada bulan Desember 1951. Untuk menumpas pemberontakan ini Pemerintah melakukan “Operasi Merdeka Timur“ yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade Pragolo. Pada awal tahun 1952 kekuatan Batalyon pemberontak tersebut dapat dihancurkan dan sisa – sisanya melarikan diri ke Jawa Barat.

3. Pemberontokan DI/TII di Aceh.

Gerombolan DI/TII juga melakukan pemberontakan di Aceh yang dipimpin oleh Teuku Daud Beureuh. Adapun penyebab timbulnya pemberontakan DI/TII di Aceh adalah kekecewaan Daud Beureuh karena status Aceh pada tahun 1950 diturunkan dari daerah istimewa menjadi kresidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara. Pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur Militer menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesa di bawah Pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosuwiyo.

Dalam menghadapi pemberontakan DI/TII di Aceh ini semula pemerintah menggunakan kekuatan senjata. Selanjutnya atas prakarsa Kolonel M. Yasin, Panglima Daerah Militer 1/Iskandar Muda, Pada tanggal 17 – 21 Desember 1962 diselenggarakan “ Mustawarah Kerukunan Rakyat Aceh “ yang mendapat dukungan tokoh – tokoh masyarakat Aceh sehingga pemberontakan DI/TII di Aceh dapat dipadamkan.

4. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan.

Di Sulawesi Selatan juga timbul pemberontakan DI/TII yang dipimpin oleh Kahar Muzakar. Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar menuntut kepada pemerintah agar pasukannya yang tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat ( APRIS ). Tuntutan ini ditolak karena harus melalui penyaringan.

Pemerintah melakukan pendekatan kepada Kahar Muzakar dengan memberi pangkat Letnan Kolonel. Akan tetapi pada tanggal 17 Agustus 1951 Kahar Muzakar beserta anak buahnya melarikan diri ke hutan dan melakukan aksi dengan melakukan teror terhadap rakyat.

Untuk menghadapi pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan ini pemerintah melakukan Operasi Militer. Baru pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar berhasil ditangkap dan ditembak mati sehingga pemberontakan DI/TII di Sulawesi dapat dipadamkan.

5. Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan.

Pada bulan oktober 1950 DI/TII juga melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. Para pemberontak melakukan pengacauan dengan menyerang pos – pos kesatuan TNI.

Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hajar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota TNI.

Ibnu Hajar pun menyerah, akan tetapi setelah menyerah melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi. Selanjutnya pemerintah mengerahkan pasukan TNI sehingga pada akhir tahun 1959 Ibnu Hajar beserta seluruh anggota gerombolannya pun tertangkap.



Organisasi Kerja Sama Internasional Maupun Regional



1. European Economic Community (EEC)
EEC lebih di kenal dengan istilah (Masyarakat Ekonomi Eropa). Disingkat MEE, MEE merupakan organisasi negara – negara Eropa yang didirikan pada tanggal 1 Januari 1958 berdasarkan Penjanjian Roma, Italia. Adapun negara – negara yang menjadi anggota MEE adalah: 
  1. Belanda
  2. Belgia
  3. Denmark
  4. Inggris
  5. Irlandia
  6. Jerman
  7. Luxemburg
  8. Prancis
  9. Yunani
  10. Italia
Tujuan EEC atau MEE adalah menyusun politik perdagangan bersama dan mendirikan daerah perdagangan bebas antarnegara anggota Eropa Barat. MEE juga menjalin kerja sama di bidang perdagangan dengan negara – negara ASEAN. 

2. Asean Free Trade Area (AFTA)

AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Organisasi perdagangan bebas kawasan ASEAN ini sepakat untuk menurunkan tarif dan menghapus  hambatan nonaktif dalam perdagangan yang dimulai tahun 2002.
AFTA bertujuan meningkatkan data saing ekonomi negara – negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN.

3. Asian Pasific Economic Cooperation (APEC) 

APEC dibentuk di canbera, Australia pada tahun 1989. APEC merupakan kerja sama ekonomi negara – negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini jumlah anggota APEC sudah mencapai 21 negara yang di antaranya sebagai berikut :
  1. Dari Benua Amerika adalah : Amerika Serikat, Kanada, Meksiko dan Chili.
  2. Dari Benua Asia adalah : China, Jepang, Korea Selatan, Hongkokng, Taiwan, dan Rusia
  3. Dari Benua Australia adalah : Australia, Selandia Baru.
  4. Dari Melanesia adalah : Papua Nugini.
  5. Dari Asean (Association of South East Asian Nation) adalah : Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan Vietnam.
Tujuan APEC adalah membentuk kerja smaa perdagangan, investasi, pariwisata, dan peningkatan sumber daya manusia yang saling menguntungkan. APEC ingin membentuk perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik

Nasionalisme



Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.
Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.
Beberapa bentuk dari nasionalisme

Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.
             
1. Nasionalisme Kewarganegaraan

Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudulk Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak Sosial").
Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").

2. Nasionalisme Romantik
            
Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman.

3. Nasionalisme Budaya          

Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya. Contoh yang terbaik ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena pemerintahan RRT berpaham komunisme.
            
3. Nasionalisme Kenegaraan

Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan dalam bentuk yang lebih kecil, Franquisme sayap-kanan di Spanyol, serta sikap 'Jacobin' terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri Perancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming, dan nasionalis Basque atau Korsika. Secara sistematis, bila mana nasionalisme kenegaraan itu kuat, akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan masyarakat, dan terhadap wilayah, seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejamnya terhadap nasionalisme Kurdi, pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di Spanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque, Catalan, dan Corsica.
            
4. Nasionalisme Agama

Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu.
            
Namun demikian, bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut. Misalnya pada abad ke-18, nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan. Gerakan nasionalis di Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan teologi semata-mata. Mereka berjuang untuk menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka terutamanya budaya Irlandia. Justru itu, nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan.