Selasa, 31 Januari 2012

Perlawanan Bersenjata Yang Di Lakukan PETA

1. Perlawanan PETA di Blitar (29 Februari 1945)

Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco Supriyadi , Syodanco Muradi dan Dr. Ismail. Perlawanan ini disebabkan karena perosalan pengumpulan padi, Romusha maupun Heiho yang dilakukan secara paksa dan diluar batas peri kemanusiaan.

Sebagai putera rakyat para pejuang tidak tega melihat penderitaan rakyat. Di samping itu sikap para Pelatih Militer Jepang yang angkuh dan merendahkan Prajurit – Prajurit Indonesia.
    
Perlawanan PETA di Blitar merupakan perlawanan yang terbesar di Jawa. Tetapi dengan tipu muslihat Jepang melalui Kolonel Katagiri ( Komandan Pasukan Jepang ), pasukan PETA berhasil ditipu dengan pura – pura diajak berunding. Empat perwira PETA dihukum mati dan Tiga lainnya disiksa sampai mati. Sedangkan Syodanco Supriyadi berhasil meoloskan diri.

2. Perlawanan PETA di Meureudu, Aceh (November 1944)

Perlawanan ini dipimpin oleh Perwira Gyugun T. Hamid. Latar Belakang perlawanan ini karena sikap Jepang yang angkuh dan kejam terhadap rakyat pada umumnya dan Prajurit Indonesia pada Khususnya.
3. Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap (April 1945)

Perlawanan ini dipimpin oleh pemimpin regu ( Bundanco ) Kusaeri bersama rekan – rekannya. Perlawanan yang direncanakan dimulai tanggal 21 April 1945 diketahui Jepang sehingga Kusaeri ditangkap pada tanggal 25 April 1945. Kusaeri divonis hukuman mati tetapi tidak terlaksana karena Jepang terdesak oleh Sekutu.

Organisasi Semimiliter Buatan Jepang

Seinendan (Barisan Pelopor)

Seinendan merupakan organisasi semi militer yang di bentuk secara resmi tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas pemuda usia 14–22 Tahun. Mereka dilatih militer untuk mempertahankandiri maupun penyerangan.
    
Tujuan pembentukan Sainendan yang sebenarnya adalah agar Jepang memperoleh tenaga cadangan untuk memperkuat pasukannya dalam perang Asia Pasifik.

Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)

Keibodan merupakan Organisasi Semi Militer yang dibentuk pada tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas para pemuda usia 23–25 Tahun. Tugan Keibodan adalah sebagai pembantu Polisi Dalam yang bertugas antara lain,Menjaga Lalu Lintas,Pengamanan Desa,Sebagai Mata–Mata,dan lain-lain. Jadi Keibodan ini selain untuk memperkuat kewaspadaan dan disiplin masyarakat juga untuk Politik Pecah Belah. Keibodan mendapat pengawasan ketat dari tentara Jepang karena untuk menghindari pengaruh dari kaum Nasionalis dalam badan ini. Di seluruh Tanah Air sudah dibentuk Keibodan walaupun namanya berbeda,antara lain di Sumatera disebut Bogodan,sedangkan di Kalimantan disebut Borneo Konen Hokukudan.

Fujinkai (Barisan Wanita)

Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas wanita yang berumur 15 tahun keatas.Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan Dana Wajib berupa Perhiasan,Hewan Ternak,dan Bahan Makanan untuk Kepentingan Perang.

Syuisyintai (Barisan Pelopor)

Syuisyintai diresmikan pada tanggal 25 September 1944. Syuisyintai ini dipimpin oleh Ir. Soekarno yang dibantu oleh Oto Iskandardinata,R.P. Suroso,dan Dr. Buntaran Martoatmojo. Barisan Pelopor memiliki kekuatan satu Batalyon di tiap Kota atau Kabupaten,Menyiapkan pemuda–pemuda dewasa untuk gerakan perlawanan rakyat. Latihan–latihannya ditekankan pada semangat kemiliteran.

Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)

Jawa Hokokai diresmikan pada tanggal 1 Maret 1944. Jawa Hokokai merupakan Organisasi resmi pemerintah dan langsung di bawah pengawasan pejabat Jepang. Pimpinan tertinggi dipegang oleh Guneseikan (Kepala/Pemerintahan Militer yang dijabat Kepala Staf Tentara).
Keanggotaan Jawa Hokokai adalah para pemuda yang berusia minimal 14 Tahun. Tugas Jawa Hokokai adalah mengerakkan rakyat guna mengumpulkan Pajak,Upeti,dan hasil Pertanian Rakyat.

Organisasi Militer Buatan Jepang

Masih ingatkah kalian dengan penjajahan Jepang di Indonesia ? tentunya meninggalkan luka yang amat mendalam di rakyat indonesia, tetapi apakah kalian tau selama Jepang di Indonesia, Jepang membuat Organisasi Militer ? tidak tau kan ? kalau tidak, silahkan liat di bawah ini,Ini hanya Organisasi Militer nya saja, masih ada Organisasi SemiMiliter, anda Ingin lihat? silah liat di daftar isi blog ini.

Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)

Heiho merupakan Organisasi Militer resmi yang dibentuk pada bulan april 1945. Anggotanya adalah para pemuda yang berusia 18–25 Tahun. Heiho merupakan barisan pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari peperangan misalnya memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke atas truk, serta pemeliharaan senjata lain–lain. 

Sampai berakhirnya masa pendudukan Jepang jumlah anggota Heiho mencapai 42.000 orang. Prajurit Heiho juga dikirim ke Luar Negeri untuk menghadapi pasukan Sekutu antara lain ke Malaya (Malaysia). Birma (Myanmar), dan Kepulauan Solomon.

PETA (Pembela Tanah Air)

PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1944 atas usul Gotot Mangkupraja kepada Letjend. Kumakici Harada (Panglima Tentara Ke-16). PETA di Sumatera dikenal dengan Gyugun.
   
Pembentukan PETA ini berbeda dengan organisasi lain bentukan Jepang. Anggota PETA terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan Militer Jepang. PETA bertugas mempertahankan Tanah Air Indonesia. PETA merupakan tentara garis kedua. Di Jawa dibentuk 50 Batalion PETA. Jabatan Komando Batalion dipegang oleh orang indonesia tetapi setiap Komandan ada Pelatih dan Penasihat Jepang. Tokoh–Tokoh PETA yang terkenal antara lain Supriyadi, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, dan Jenderal Ahmad Yani.
    
Pergerakan massa rakyat dalam Organisasi–Organisasi diatas telah mendorong rakyat memiliki keberanian, sikap mental untuk menentang penjajahan, pemahaman terhadap Kemerdekaan maupun sikap mental yang mengarah pada terbentuknya Nasionalisme.

Agresi Militer Belanda Pertama


Persetujuan Linggarjati yang ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1947 antara Indonesia–Belanda sebagai upaya mengatasi Konflik melalui Jalur Diplomasi. Akan tetapi, Belanda mengingkari perundiongan ini dengan jalan melakukan Agresi Militer Pertama pada tanggal 21 Juli 1947. Tujuan Belanda tidak dapat melakukannya sekaligus, Oleh karena itu untuk tahap pertama Belanda harus mencapai sasaran sebagai berikut :

Bidang Politik :

Pengepungan Ibu Kota RI (Republik Indonesia) dan penghapusan RI (Republik Indonesia) dari peta (menghilangkan de facto RI).

Bidang Ekonomi :

Perebutan Daerah–Daerah penghasil bahan makanan (Seperti Daerah Beras di Jawa Barat dan Jawa Timur) dan bahan Ekspor (Perkebunan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera serta pertambangan dan perkebunan di Sumatera).

Bidang Militer :
Penghancuran TNI (Tentara Nasional Indonesia) Jika Tahap Pertama ini dapat berhasil maka tahap berikutnya adalah menghancurkan RI secara total. Ibu Kota RI (Republik Indonesia) pada waktu itu terkepung sehingga hubungan ke luar sulit dan Ekonomi RI (Republik Indonesia) mengalami kesulitan karena daerah–daerah penghasil beras jatuh ke tangan Belanda. Akan Tetapi  untuk menghancurkan TNI(Tentara Nasional Indonesia) mengalami kesulitan sebab TNI menggunakan Siasat Perang Semesta dengan bergerilya dan bertahan di desa–desa. Dengan demikian Belanda hanya menguasai dan bergerak di Kota –Kota besar dan Jalan–Jalan Raya, sedangkan diluar itu masih dikuasai TNi.

Dalam Agersi Militer Pertama ini walaupun Belanda berhasil menduduki beberapa daerah kekuasaan RI akan tetapi secara Politis Republik Indonesia naik kedudukannya di mata dunia. Negara–Negara lain merasa simpati seperti Liga Arab yang sejak 18 November 1946 mengakui kemerdekaan Indonesia. Agresi militer Belanda terhadap Indonesia mengakibatkan permusuhan Negara-Negara Arab terhadap Belanda dan menjadi simpati terhadap Indonesia. Dengan demikian dapat menguatkan kedudukan Republik Indonesia terutama di Kawasan penting secara Politik yaitu Timur Tengah.

Sabtu, 14 Januari 2012

Penyebab Perang Dunia Ke 2

Mungkin Perang Dunia ke 2 sudah tidak asing lagi di telinga halayak Dunia bahkan bangsa kita pun pernah merasakan imbasnya, Perang ini pun menorehkan catatan sejarah heroik sepanjang massa, Tapi apakah kalian tau, Sebab umum terjadinya Perang Dunia ke 2 ? Bagi yang belum megetahui silahkan baca Postingan saya di bawah ini

Penyebab Umum Terjadinya Perang Dunia ke 2, Sebagai berikut :


1.Kegagalan Liga Bangsa Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia.LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan tetapi menjadi alat Politik Negara-Negara Besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa - apa ketika Negara-Negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.

2.Negara-negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya. Dengan kegagalan LBB tersebut, Dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai Komunisme Rusia tetapi kemudian Rusia mencurigai Fasisme Italia dan Nasional-Sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya Negara-negara tersebut saling memperkuat militer dan persenjataannya.

3.Adanya politik Aliansi (Mencari kawan persekutuan).  Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka Negara - negara besar mencari kawan dan muncullah dua Blok Besar, yakni :
  • Blok Fasis : 
  1. Jerman, Pimpinan Adolf Hitler.
  2. Italia, Pimpinan Bennito Mussolini
  3. Jepang, Pimpinan Kaisar Hirohito.
  • Blok Sekutu terdiri atas :
  1. Blok Demokrasi,yaitu : Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
  2. Blok Komunis,yaitu    : Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, Cekoslavia. 
4.Adanya pertentangan-pertentangan akibat Ekspansi.Jerman mengumumkan  "Lebensraum"(Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah. Dan Italia menginginkan "Italia Irredenta"(Italia Raya) yang meliputi seluruh Laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan "Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya". Ini berarti merupakan tantangan terhadap Imperialisme Inggris, Perancis dan Amerika Serikat.

5.Adanya pertentangan antara Paham Demokrasi, Fasisme dan Komunisme.

6.Adanya politik Balas Dendam:"Revanche Idea" Jerman terhadap Perancis, karena Jerman merasa di hina dengan Perjanjian Versailes (Perjanjian antara Jerman dan Sekutu akibat kalahnya Jerman pada Perang Dunia ke 1, pada tahun 1919).

Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia ke 2, yaitu  :

Serangan Jerman terhadap Polandia pada tanggal 1 September 1939, itulah awal dari meletusnya Perang Terbesar dalam sejarah manusia, yaitu World War II